Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sari Mundur, Gamalis Dipinang

uki-Berau Post • Minggu, 19 Juli 2020 - 03:41 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

TANJUNG REDEB – Syarifatul Syadiah dikabarkan mundur dari persaingan Pilkada Berau 2020. Kader Partai Golkar ini batal bertarung sebagai calon wakil bupati mendampingi Muharram.

Keputusan Syarifatul mundur dari pencalonan membuat peta politik Muharram berubah. Bahkan, belakangan ini beredar foto Muharram yang berganti pasangan dengan Gamalis, kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Muharram yang dikonfirmasi pun mengakui arah politiknya berubah. Dia yang sebelumnya bakal maju berpasangan dengan Syarifatul Syadiah kini berganti dengan Gamalis. Keputusan tersebut diambil setelah Syarifatul memilih mundur mendampingi dirinya karena tidak mendapat rekomendasi dari Golkar.

“Iya, karena ibu Sari memilih mundur. Dia (Syarifatul) tidak maju tanpa rekomendasi Golkar,” kata Muharram, kemarin (17/7).

Dipilihnya Gamalis sebagai pendamping pun kian memuluskan langkah Muharram untuk mendaftar di KPU. Muharram yang sebelumnya diusung PKS dengan dukungan 4 kursi, kini mendapat tambahan 4 kursi dari PPP. “InsyaAllah bersama Gamalis. Itu perubahan terakhir,” tegas Muharram.

Sejauh ini, Gamalis memang telah mendapat restu dari PPP untuk maju pada pilkada Berau. Namun, dengan perolehan 4 kursi di legislatif, PPP belum memenuhi syarat untuk mengusung Gamalis.

Gamalis yang dikonfirmasi pun mengaku diminta mendampingi Muharram pada Pilkada Berau 2020. Saat mendapat pinangan Muharram, Gamalis mengaku menerimanya. “Alhamdulillah itu peluang baik,” katanya, kemarin.

Gamalis mengaku dari awal telah ikut penjaringan beberapa partai politik. Sebab ia menyadari jumlah kursi yang dimiliki PPP tidak cukup untuk mengusungnya.

“Dari awal saya sadari jumlah kursi kami (PPP) kurang. Makanya saya mendaftar pada saat itu di Golkar sebagai bakal calon wakil bupati,” ungkapnya.

Dikatakan Gamalis, meski telah memenuhi syarat mendaftar ke KPU dengan 8 kursi, pihaknya tetap menjalin komunikasi politik dengan beberapa partai, seperti PDIP, Demokrat dan PAN. “Politik itu dinamis. Tidak perlu kaku, katanya. “Saat ini kami fokus mengurus rekomendasi terlebih dahulu,” pungkasnya.

Sementara itu, Syarifatul Syadiah yang dikonfirmasi terkait kabar dirinya mundur mendampingi Muharram belum memberi merespons. (*/hmd/har)

Editor : uki-Berau Post
#politik