TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Iswahyudi, menyebut dalam sepekan terakhir kasus warga yang terkonfirmasi Covid-19 kembali mengalami peningkatan. Namun peningkatan terjadi karena hasil positif dari tes antigen, sudah masuk dalam pengumuman pasien terkonfirmasi Covid-19.
“Kalau sebelumnya yang dirilis hasil terkonfirmasi Covid-19 hanya hasil PCR (polymerase chain reaction) maka saat ini untuk warga yang melakukan rapid antigen juga akan dirilis. Makanya ada kenaikan terkonfirmasi,” katanya saat dihubungi Berau Post kemarin (4/4).
Dikatakan, warga yang melakukan rapid antigen mandiri dengan hasil positif, memang akan dilanjutkan dengan PCR. Namun dari hasil antigen tersebut, pihaknya akan langsung dilakukan tracing. Hal itu untuk mempercepat penanganan dan menekan penularan.
“Memang selama ini juga seperti itu, tapi dulu kami menunggu hasil PCR, kalau sekarang hasil antigen pun akan dirilis,” jelasnya.
Disinggung mengenai, kasus kematian yang mencapai tujuh kasus dalam sepekan terakhir, Iswahyudi menjelaskan karena masih adanya ketidakpercayaan masyarakat bahwa pasien tersebut terpapar Covid-19. Akhirnya setelah pasien kondisinya kritis, baru dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai untuk mendapat perawatan.
“Mereka takut di-covid-kan. Akhirnya menunggu parah baru dibawa,” katanya.
“Ada muncul gejala, tapi dianggap sakit biasa. Sudah kritis baru dibawa, dokter sudah berusaha, namun virus tersebut sudah menjalar ke seluruh tubuh,” sambungnya.
Untuk itu, Iswahyudi terus menekankan kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Tidak bisa dimungkiri, masih ada masyarakat masih acuh akan prokes,” pungkasnya. (hmd/udi)
Editor : uki-Berau Post