JAKARTA – Optimisme dilambungkan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, terhadap pasangan calon mereka jelang menghadapi debat final atau yang terakhir pada hari ini. Dari sisi materi, BPN meyakini Prabowo-Sandi sangat menguasai isu-isu ekonomi yang menjadi tema debat kelima. Tak kalah, Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma’ruf
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Viva Yoga Mauladi menyatakan, secara umum tidak ada persiapan khusus yang dilakoni capres dan cawapres mereka. Ini karena, materi debat yang akan disampaikan mayoritas merupakan program dan visi misi pasangan nomor urut 02 itu. ”Pemikiran pak Prabowo dan mas Sandi selama ini ya yang ada di visi dan misi itu,” kata Viva kepada Jawa Pos, kemarin (12/4).
Viva menyatakan, selama ini BPN mendiskusikan pemikiran Prabowo-Sandi, untuk dituangkan dalam visi dan misi. Dalam arti, pemikiran Prabowo dan Sandi sudah senapas dan inheren, yang kemudian dituangkan dalam bahasa program kerja Indonesia Menang. ”Jadi tidak menghapal. Karena menghapal itu hanya lips service saja, kalau lupa hapalannya bagaimana,” sorot Viva.
Viva menambahkan, dalam debat kelima nanti, tidak akan ada kejutan-kejutan. Prabowo dan Sandi akan berbicara mengalir sesuai ide dan gagasan. Sebagai contoh, penyampaian Sandi saat memaparkan akan memaksimalkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sebagai sumber layanan kepada rakyat, adalah salah satu gagasan yang tidak diduga pasangan sebelah.
”Bagi kami itu juga bukan kejutan, karena di negara maju yang manajemennya modern, satu kartu identitas bisa untuk 10 macam layanan,” kata Viva.
Karena itu, Viva optimis bahwa Prabowo-Sandi akan mampu memaparkan ide dan gagasan dalam debat kelima secara optimal. Tidak hanya itu, Prabowo-Sandi diyakini juga akan mampu merebut hati pemilih usai debat nanti. ”Kelebihan Prabowo-Sandi adalah lebih simpel, efisien, dan demokratis,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris TKN Jokowi- Ma'ruf, Hasto Kristiyanto mengatakan, pada debat kelima hari ini, akan ada hal-hal baru yang disampaikan paslon 01. "Bukan hanya diksi baru, tapi juga hasil perenungan untuk merumuskan apa yang akan dilakukan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," terang dia.
Menurut dia, debat sebelumnya memberikan banyak keuntungan bagi Jokowi dan Ma'ruf. Khususnya ketika Ma'ruf tampil memberikan efek kejut dan menunjukkan bahwa dia merupakan sosok pemimpin yang kaya pengalaman. Termasuk mampu menggunakan diksi-diksi yang sesuai dengan harapan anak-anak muda.
Maka, kata dia, pada debat terakhir akan ada sebuah diksi dan komitmen dari Jokowi-Ma'ruf terhadap tema yg berkaitan ekonomi, investasi, fiskal dan kesejahteraan sosial itu.
Terkait dengan kubu 02 yang selalu menyerang dari sisi ekonomi, Hasto mengatakan, Jokowi lebih paham tentang ekonomi. Capres incumbent betul-betul memahami dari setiap sudut kebijakan ekonomi yang disampaikan. "Dan itu yang tidak dimiliki Prabowo," ucap Sekjen PDI Perjuangan itu.
Jadi, dalam bidang ekonomi, Jokowi punya daya ungggul, karena pemahamannya lebih memahami persoalan. "Pak Jokowi sudah menghasilkam program-program kunci untuk mematahkan serangan-serangan dari Pak Prabowo dan Sandi," ungkap dia.
Maka tidak heran jika kalangan bawah banyak memberikan dukungan kepada Jokowi, karena mereka yang paling banyak merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah. Banyak prestasi yang sudah dicapai mantan gubernur DKI Jakarta itu. (bay/lum)
Editor : izak-Indra Zakaria