PENAJAM – Situasi dan kondisi Penajam Paser Utara (PPU) terus membaik Kamis (17/10). Setelah sehari sebelumnya terjadi unjuk rasa di sekitar Pelabuhan Feri Penajam. Itu ditegaskan Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) kepada awak media.
“Daerah kita sudah kondusif. Kami menjamin itu. Anak-anak tetap masuk sekolah,” katanya. AGM memastikan, tidak ada bentrok antar-warga. Hanya, massa yang berunjuk rasa di pelabuhan sulit dikendalikan. Hingga terjadi pembakaran.
“Kami berupaya meredam isu-isu yang tidak benar,” ucapnya. Bupati termuda di Kaltim itu menyebut, pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI, agar PPU semakin kondusif.
Kemarin AGM mengunjungi orangtua korban meninggal dunia akibat penganiayaan belum lama ini. Tepatnya di Desa Muara Toyu, Kecamatan Long Kali, Paser. “Iya hari ini (kemarin) saya ke Muara Toyo. Kami mengundang beberapa orang demi meredam isu-isu yang tak benar. Karena memang suasana sudah kondusif,” tegasnya.
Senada, Kapolda Kaltim Irjen Priyo Widyanto bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto hadir di Penajam kemarin. Mereka menjamin situasi sudah terkendali. “Kami pastikan situasi sudah kondusif,” terang Priyo saat mengunjungi posko pengungsian.
Untuk terus menjaga kondisi dan meredam isu-isu provokasi, Polda Kaltim menurunkan lima satuan setingkat kompi (SSK) atau setara 500 personel. Kemudian mendapatkan bantuan pengamanan dari Mabes Polri enam SSK. Sementara Kodam VI/Mulawarman menurunkan empat SSK.
Priyo mengungkapkan, ribuan personel Polri dan TNI bakal dikonsentrasikan di beberapa titik. Mulai lokasi bekas pembakaran, Kecamatan Babulu, Kelurahan Sotek, dan Kecamatan Penajam. “Kami juga melakukan penyekatan di Babulu dan Sotek untuk menghindari isu-isu negatif,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU bangunan terdampak kebakaran mencapai 157 rumah, terbagi di tiga RT di Kelurahan Penajam. Dengan rincian, RT 6 sebanyak 90 rumah dengan 108 kepala keluarga (KK). Kemudian RT 7 sebanyak 55 rumah, jumlah 85 KK. Dan RT 8 terdiri dari satu rumah, satu loket, dan 10 kios pelabuhan kelotok dengan total 129 KK.
Selain rumah dan kios, gedung sekolah ibtidaiyah juga terbakar. Serta tiga unit kendaraan roda empat juga terdampak kebakaran tersebut. Pemerintah kabupaten telah menampung para korban di posko serta penyediaan dapur umum yang dibuka oleh Dinas Sosial PPU. (asp/rom/k18)
Editor : izak-Indra Zakaria