BALIKPAPAN-Rencana memusatkan perawatan pasien Covid-19 di Balikpapan pada satu rumah sakit khusus masih sebatas wacana. Padahal, penambahan kasus harian terkonfirmasi positif virus corona belum terkendali. Dalam sepekan terakhir, akumulasi kasus di angka 1.304. Kondisi ini membuat kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan kewalahan menampung pasien Covid-19.
Sebelumnya, Pemkot Balikpapan berencana menjadikan RSUD Beriman sebagai rumah sakit khusus Covid-19. Ide tersebut disampaikan Wali Kota Rahmad Mas’ud. Dia meminta agar Satgas Covid-19 melakukan persiapan. RSUD Beriman mulai beroperasi pada Februari 2015 dan memiliki 250 tempat tidur. Dikonfirmasi Kaltim Post (4/7), Direktur RSUD Beriman dr CI Ratih Kusuma Widianingsih menuturkan, rumah sakit yang dipimpinnya masih melayani pasien Covid-19 dan yang bukan terpapar Covid-19.
Tim medis, sambung dia, tetap bertugas seperti biasa melayani masyarakat di poliklinik rawat jalan, rawat inap maupun IGD. Namun, untuk mendapat kepastian dari pemerintah perihal rencana itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Balikpapan. Dia menuturkan, hingga kemarin tempat tidur pasien Covid-19 telah penuh. RSUD Beriman menyediakan 38 tempat tidur perawatan Covid-19. Terdiri dari 32 tempat tidur di ruang isolasi dan 6 tempat tidur di ruang ICU Covid-19. “Semua terisi penuh. Bahkan masih ada antre di IGD,” ungkap perempuan berambut pendek ini.
Ratih mengungkapkan, ada empat ruangan yang dipakai untuk merawat pasien Covid-19. Yakni Ruang Isolasi Akasia, Ruang Isolasi Eboni, Ruang Isolasi Cendana, dan Ruang Isolasi Bengkirai Anak. Mengantisipasi terus bertambahnya pasien rujukan, manajemen RSUD Beriman mengusulkan tambahan ruangan isolasi baru. Yakni Ruang Isolasi Gaharu yang memiliki 20 tempat tidur. “Tapi masih menunggu ketersediaan SDM tenaga kesehatannya. Ada 16 tenaga perawat dan 2 dokter yang akan direkrut,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Diskes Balikpapan sekaligus Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, nantinya pasien Covid-19 terpusat di RSUD Beriman. Ada sekitar 250-an tempat tidur yang akan disiapkan. Pemindahan ini bertahap. Sebab, pasien dengan penyakit lain masih menjalani perawatan dan harus dialihkan ke rumah sakit lain.
Rencana menjadikan RSUD Beriman sebagai rumah sakit khusus Covid-19 untuk mengantisipasi lonjakan pasien hingga dua pekan ke depan. “Jadi bertahap. Direktur RSUD Beriman akan mempersiapkan satu bangsal dulu. Menunggu pasiennya keluar. Ketika pasiennya keluar, nanti enggak terima pasien selain Covid-19,” terang Dio, sapaan akrabnya.
Untuk penambahan tempat tidur, lanjut dia, juga harus mempertimbangkan tenaga kesehatannya. Apalagi banyak tenaga kesehatan yang kembali mulai terpapar Covid-19. Menurut informasi yang diterimanya, ada dua tenaga kesehatan di RSUD Beriman dan lima tenaga kesehatan di RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD). “Ini harus kita pikirkan semua. Jadi tidak mudah. Makanya lebih baik, kita menahan dulu di hulu. Supaya tidak masuk ke rumah sakit,” kata dia.
Dio menyebut, saat ini rumah sakit kewalahan menangani pasien Covid-19, sehingga peran masyarakat dalam memutus rantai penyebaran virus corona sangat dibutuhkan. Masyarakat diminta disiplin menerapkan protokol dengan melaksanakan 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. “Kalau dari hulu sakit terus, tidak mau menahan diri dan tidak mau menerapkan protokol kesehatan, ya sampai di mana kemampuan (tempat tidur) rumah sakit mau ditambah,” ucapnya. Hingga akhir pekan lalu, keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di rumah sakit di Balikpapan nyaris mencapai 100 persen. Dari 11 rumah sakit yang menangani pasien yang terinfeksi virus corona, ruang ICU telah terisi 100 persen. Dari 49 tempat tidur yang disediakan, semuanya telah terisi. Sementara itu, ruang isolasi mencapai 97 persen.
Dari 592 tempat tidur, telah terisi 576 tempat tidur. Menyisakan 16 tempat tidur saja. “PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Kaltim sudah koordinasi dengan Pemkot Balikpapan dan seluruh rumah sakit se-Balikpapan. Dan PERSI mengimbau rumah sakit se-Balikpapan untuk menambah kapasitas tempat tidur untuk Covid-19 sebanyak 30 persen,” kata Ketua PERSI Kaltim Edy Iskandar yang juga menjabat direktur RSKD Balikpapan. (kip/riz/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria