Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Akibat Longsor, Jalan Pintas ke Berau Putus

izak-Indra Zakaria • 2021-09-07 09:21:53
HANYA BISA DILINTASI PEJALAN KAKI: Jalan poros Sangatta-Rantau Pulung longsor kemarin. Jalan ini juga kerap digunakan pengendara sebagai jalur alternatif ke Berau.
HANYA BISA DILINTASI PEJALAN KAKI: Jalan poros Sangatta-Rantau Pulung longsor kemarin. Jalan ini juga kerap digunakan pengendara sebagai jalur alternatif ke Berau.

SANGATTA–Jalan poros Sangatta-Rantau Pulung, Kutai Timur (Kutim), tepatnya di Kilometer 16 longsor, kemarin (5/9). Hal itu membuat akses darat di jalur tersebut putus. Selain akses jalan ke Kecamatan Rantau Pulung, jalan tersebut merupakan jalan pintas menuju delapan kecamatan di kawasan utara Kutim. Di antaranya, Kecamatan Telen, Muara Wahau, Kongbeng, hingga Berau.

Meski keberadaan jalan tersebut digemari pengendara, lantaran dianggap bisa memangkas waktu perjalanan hingga satu jam lebih. Berbeda jika melintasi simpang Perdau, Kecamatan Bengalon. Aksesnya lebih jauh, tapi rute tersebut sering digunakan karenanya aksesnya lebih baik.

Jalan tersebut ambles sekitar pukul 6.00 Wita. Terjadi longsor sepanjang 100 meter. Bahkan, titik rawan dampak longsor itu mencapai 150 meter. Memang, sejak Kamis (2/9) malam, curah hujan tinggi mengguyur sebagian wilayah Kutim. Apalagi sisi kanan dan kiri jalan sudah lebih dulu longsor karena tidak adanya akar penahan dari pohon-pohon di sepanjang jalan tersebut.

Sehingga, kini setelah ambles, kendaraan roda dua dan roda empat ke atas tidak bisa melintasi jalan tersebut. Pejalan kaki pun harus ekstra berhati-hati untuk melewati. Perlu segera dilakukan perbaikan. Selain itu, diperlukan rambu pengalihan arus lalu lintas bagi pengguna jalan.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman langsung meninjau lokasi longsor kemarin. Dia tidak menampik, kondisinya cukup parah. Bahkan, pejalan kaki pun tidak aman jika melewati jalan tersebut.

“Makanya saya minta Dinas Pekerjaan Umum Kutim untuk berkoordinasi dengan pihak perusahaan sekitar. Agar segera diberikan penanganan darurat bagi pejalan kaki dan roda dua. Kemungkinan selesai dalam tiga hari,” ujarnya.

Sedangkan Dinas Perhubungan, diminta untuk menutup jalan. Sehingga para pekerja bisa fokus melaksanakan perbaikan. Di mana akses menuju kawasan tersebut di Simpang Telkom, Sangatta Utara, telah dipasang spanduk imbauan dan pemberitahuan terkait jalan longsor tersebut. Sementara Kilometer 106, Jalan Poros Bengalon-Muara Wahau juga ditutup. Sebab, jalan tersebut merupakan akses menuju lokasi longsor itu.

Para pengendara juga diminta mengalihkan rute menuju simpang Perdau, Kecamatan Bengalon. Sehingga kendaraan roda empat ke atas, termasuk alat berat tidak melintasi jalan tersebut. “Saya sudah minta Dinas Pekerjaan Umum membuat perencanaannya, biar lebih matang. Memang kontur tanahnya labil,” bebernya.

Pihaknya juga siap menganggarkan perbaikan jalan secara permanen di APBD Kutim 2022. Sehingga perencanaan dari Dinas Pekerjaan Umum Kutim sangat diharapkan. “Saat ini hanya penanganan darurat yang bisa dilaksanakan. Agar kendaraan roda dua dan pejalan kaki aman melintas. Sekarang kondisinya memang betul-betul tidak bisa dilewati,” harapnya.

Sementara itu, perusahaan yang beroperasi di sekitar jalan longsor memastikan siap membantu pemulihan akses tersebut. Perusahaan akan menurunkan alat berat yang bisa menunjang perbaikan lebih cepat. “Sesuai arahan Pak Bupati (Ardiansyah Sulaiman), agar akses segera dibuka untuk masyarakat,” ucap Superintendent Public Communication PT Kaltim Prima Coal (KPC) Felly Lung, singkat. (dq/rom/k8)

Editor : izak-Indra Zakaria