Oleh: Suparmanto Phimèn
Mungkinkan ragamu tercipta dari serpihan tubuh bidadari?
anggun terlihat, tanpa cacat
memesona seluruh tatap yang menatap
tak terkecuali diriku, terpaku kaku
Petunjuk keselamatan terbang yang kau peragakan
tak juga aku pedulikan
nalarku menggiring pada wajah ayumu
lalu pada jenjang lehermu, hingga sekujur raga indahmu
Sering aku khayalkan kiranya ada senggang
kita bercengkerama tentang penerbangan yang sering delay
atau tentang awan kumulonimbus yang misterius
juga tentang getar adrenalinmu saat cuaca kurang bersahabat
Tentang apapun ceritamu
takkan kusela
karena suara lembutmu adalah pesona tak terkira
penawar imajinasi liarku tentang wujudmu
Senyum Itu
Oleh: Suparmanto Phimèn
Adakah senyum itu tercipta dari tetesan madu?
hingga terlalu manis saat dikecap?
Adakah senyum itu tersusun dari mahkota para ratu?
hingga terlalu anggun saat dipandang?
Senyum itu
Hadirkan teduh bagi raga penuh peluh
Juga mengundang tenang tuk jiwa yang kesepian
Senyum itu
Seperti senyuman pelangi saat rintik hujan datang
Menembus hati saat dirundung sepi
Lalu,
Mengundang rindu…
Suparmanto Phimèn, Guru di SMK 2 Penajam Paser Utara. Berdomisili di Perum Guru SMK 2 PPU, Jalan Provinsi, Kilometer 08, Penajam.
Editor : izak-Indra Zakaria