SAMARINDA–Kebiasaan buruk segelintir warga Samarinda, terutama yang tinggal di bantaran sungai kerap membuang sampah rumah tangganya ke sungai. Hal ini menjadi sorotan Wali Kota Samarinda Andi Harun, usai mengikuti susur Sungai Karang Asam Besar (KAB), Kamis (19/1).
Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Noorbayah menerangkan, pihaknya yang ikut dalam kegiatan susur sungai menyaksikan masih banyak kantong plastik yang di gantung di belakang rumah warga. Biasanya dibuang ke sungai setelah penuh.
“Yah imbasnya juga kolong rumah warga yang berada di sungai dipenuhi sampah,” ucapnya, Jumat (20/1). Dia mengaku turut mengatensi fenomena tersebut, dan rencananya menindaklanjuti dengan menyusun sejumlah rencana sosialisasi.
Ke depan pihaknya melibatkan pihak RT dan kelurahan yang dilintasi aliran sungai, khususnya di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang. Meliputi Kelurahan Lok Bahu, Karang Anyar, dan Karang Asam Ilir, serta daerah bantaran sungai lain. “Nanti disosialisasikan berkala agar tidak membuang sampah di sungai,” ucapnya.
Dia mengimbau warga meningkatkan kesadaran membuang sampah pada tempatnya, demi menjaga kebersihan kota. Bahwa dampak kebiasaan buruk membuang sampah di sungai bisa menyebabkan banjir dan lingkungan yang tidak sehat. “Kalau bersih lingkungan jadi lebih sehat. Ini juga dalam rangka mendukung program pemerintah,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Samarinda Andi Harun menggarisbawahi perilaku membuang sampah di sungai yang masih sering dilakukan warga. Terutama yang tinggal di bantaran sungai. Dia berharap, warga meninggalkan kebiasaan dan berupaya membuang sampah di TPS terdekat.
“Ketika banjir jangan hanya menyalahkan pemerintah. Kami mohon dukungan dan bantuan warga untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai,” ucapnya. (adv/kri/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria