SAMARINDA–Pemerintah kota (pemkot) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), Senin (16/10), di Jalan Biola, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu.
Kegiatan itu didukung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) GPM. Selain untuk memperingati Hari Pangan Sedunia, juga demi menstimulus stabilitas harga pangan yang saat ini masih cukup tinggi.
Sebagai salah satu langkah dalam usaha pengendalian inflasi, GPM tahun ini juga agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau. Terdapat sekitar kurang lebih 35 tenant dari berbagai jenis pangan, yang melibatkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan petani lokal.
Kepala DKPP Samarinda Muhammad Darham mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan serentak secara nasional. Tujuannya, menstabilkan pasokan pangan, dan sebagai salah satu wujud implementasi dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), mendukung gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. “GPM dilakukan untuk menyediakan pangan dengan harga terjangkau, gerakan itu berkolaborasi dengan BUMN, BUMD, dan pelaku usaha lainnya,” ucapnya.
Selain itu, pelaksanaan GPM yang menarik minat masyarakat, merupakan salah satu aksi nasional sebagai upaya membantu masyarakat di tengah musim kemarau dan dampak el nino. Sehingga kebutuhan pokok pangan masyarakat tetap aman, murah, dan terjangkau.
Masyarakat bisa memperoleh bahan pokok seperti beras, gula pasir, tepung terigu, minyak goreng, telur, dan aneka buah-buahan lainnya dengan harga di bawah harga pasar. Kemudian turut menggandeng pelaku UMKM, sehingga dapat mempromosikan produk ke masyarakat. “Harapannya nanti kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, yang bisa melibatkan banyak pihak. Sehingga harga kebutuhan pokok di pasar kembali normal,” ungkapnya.
Sementara itu, Nerel yang merupakan pedagang sembako mengatakan, adanya GPM, penjualan terbantu. Selain itu, omzet pendapatan naik signifikan meski kegiatannya hanya berlangsung dari pukul 08.00–11.00 Wita. “Kami selaku pedagang turut senang karena dapat meningkatkan penjualan,” ungkapnya.
Senada dengan Nerel, Yati yang merupakan pedagang beras dan buah-buahan merasa turut terbantu dengan adanya GPM. Selain dapat subsidi harga lebih murah, juga diberikan kemudahan untuk pembayaran non-tunai kepada konsumen. “Animo masyarakat Samarinda cukup tinggi, alhamdulillah, harapannya sering-sering dilaksanakan,” ucapnya.
Warga mengapresiasi dan menyambut baik atas digelarnya GPM. Hadirnya kegiatan itu membawa dampak positif yang sangat dirasakan masyarakat, terlebih yang saat ini harga kebutuhan pokok di pasaran cenderung naik. (dra/k8)
HANNY FAKHRIAH SAFITRI
hannyfakhriahsafitri@gmail.com