Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran di Jalan Dr Soetomo

izak-Indra Zakaria • Senin, 25 Desember 2023 - 18:27 WIB
RATA DENGAN TANAH: Kondisi rumah warga Gang IV, Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, rata dengan tanah karena kebakaran, Kamis (21/12) lalu.
RATA DENGAN TANAH: Kondisi rumah warga Gang IV, Jalan Dr Sutomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, rata dengan tanah karena kebakaran, Kamis (21/12) lalu.

SAMARINDA - Duka masih menyelimuti warga Jalan Dr Soetomo, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, khususnya rumah yang hangus akibat amukan api, Kamis (21/12). Belum diketahui pasti penyebab insiden tersebut, tapi pihak kepolisian sudah memanggil para saksi.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Yasir mengatakan, karena kondisi lokasi belum stabil, penyebab belum bisa ditentukan. Penyelidikan masih tahap pengumpulan bahan keterangan. “Sudah ada tiga saksi yang kami mintai keterangan. Mereka dari warga juga,” ucapnya, Jumat (22/12).

Dari tiga saksi tersebut, lanjut dia, informasi yang didapat mengenai penyebab kebakaran diduga berasal dari rumah bangsalan. “Itu ada kami pasang police line, yang diduga rumah pertama terbakar atau asal api,” sambungnya.

Sementara itu, Lurah Sidodadi Budi Trihariyono mengatakan, data yang valid masih dikumpulkan. Data sementara yakni rumah yang terbakar dari empat rukun tetangga (RT), di antaranya RT 32, 33, 40, dan sebagian kecil dari RT 31.

Dari keempat RT tersebut, data jumlah kepala keluarga (KK) yang rumahnya terbakar sebanyak 133 KK. “Ada balita sebanyak 27 orang, untuk di atas lima tahun ada 30 orang. Sementara kategori dewasa ada 128 orang jenis kelamin laki-laki, dan perempuannya 118 orang. Selain itu, ada satu ibu hamil menyusui dan lansia 20 orang,” jelasnya.

Budi menambahkan, kawasan keempat RT tersebut memang benar-benar padat dan konstruksi bangunan didominasi kayu. Untuk data sementara yang terbakar ada 49 rumah. “Dari 49 rumah itu, ada 16 bangsalan dengan 75 pintu,” tuturnya.

Sementara ini, lanjut Budi, ada tiga tempat evakuasi yang menampung warga yang rumahnya terbakar. Yakni di Aula Kelurahan Sidodadi, Masjid An-Nasuha, dan sebagian ada di rumah singgah.

“Jadi, kami saat ini masih menerima bantuan dari berbagai masyarakat dan membuka dapur umum untuk korban. Meski sudah banyak, kalau masyarakat ada yang memberi bantuan lagi, kami tetap menerima,” tuturnya.

Senada dengan lurah, Ketua LPM Kelurahan Sidodadi, Tekat mengatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan polisi. Sementara dari keterangan warga sekitar, penyebab api berasal dari rumah yang bermukim di RT 32. “Rumah itu tidak ada orang di dalamnya,” kata dia.

Tekat menceritakan, setelah mengetahui ada asap mengepul dari rumah tersebut, masyarakat setempat sempat mendobrak pintu yang diduga sebagai rumah awal terbakar. Sayang, kuatnya pintu tersebut tak mampu dijebol. Sebab, pintu tidak bisa dibuka, namun tiba-tiba suara ledakan terdengar.

“Nah, api langsung membesar dan menyebar. Karena kondisinya gang itu buntu, maka warga fokus menyelamatkan diri masing-masing,” ujarnya.

Rumah Tekat pun di bagian belakang turut terbakar. “Rumah saya hanya bagian belakang saja yang terbakar, saat itu saya masih kerja di Mesra Indah,” sambungnya.

Ia memperkirakan, selain rumah-rumah yang terbakar, barang-barang berharga termasuk pakaian anak sekolah pun terbakar. “Pada saat itu warga sudah panik dan tidak memikirkan barang-barang lagi, mereka fokus untuk menyelamatkan diri. Bahkan kemungkinan ada 10 motor yang hangus terbakar, termasuk uang juga,” pungkasnya. (kri/k16)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

Editor : izak-Indra Zakaria