Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sehari Belajar di Luar Kelas

rusli-Admin Sapos • Selasa, 12 November 2019 - 03:36 WIB

MEMPERINGATI Hari Anak Internasional yang dicanangkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), dengan mengusung tema Sehari Belajar di Luar Kelas merupakan bagian dari penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Salah satunya SMP Aminah Syukur Jalan KH Ahmad Dahlan yang menjadi salah satu sekolah yang ditunjuk mewakili tingkat SMP swasta, pada Kamis (7/11).

"Kami berkomitmen melaksanakan program ini. Karena Sekolah Ramah Anak bukan untuk hari ini saja, tetapi memang sudah berkomitmen dari awal ketika kami melaksanakan sekolah adiwiyata," ujar Kepala SMP Aminah Syukur, Amiruddin. Dia menuturkan sekolah adiwiyata merupakan sekolah berbudaya lingkungan yang selaras dengan sekolah ramah anak. "Bagaimana mengajarkan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam), membudayakan disiplin, kebersihan, menghargai sesama teman. Nah, ini semua untuk menciptakan dan membina anak berkarakter," tambahnya.

Pada acara tersebut, SMP Aminah Syukur menggelar beragam kegiatan bagi para siswanya yang menyenangkan. Mulai dari bersih lingkungan, literasi, simulasi evakuasi tanggap bencana, senam germas, hingga pengukuhan Tim SRA dan deklarasi SRA. Serta diakhiri dengan permainan tradisional diikuti siswa dan guru.

Selain itu, pihaknya pun menginginkan agar anak-anaknya dapat mengendalikan teknologi dengan baik. Karena selama ini banyak dari mereka yang menggunakan gadget tetapi tidak digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat seperti untuk literasi ilmu pengetahuan. "Harapannya deklarasai SRA ini tidak hanya hari ini saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Insya Allah program ini akan kami adakan setiap satu bulan sekali yakni belajar satu hari di luar kelas agar tidak jenuh," harapnya.

"Alhamdulillah kami didampingi dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kaltim. Yang jelas itu menyenangkan. Intinya adalah anak-anak dan para guru merasa senang," tambah Ketua Panitia, Andrika Dwi. Kegiatan ini pun dijadikan sebagai mengenalkan ke anak tentang permainan tradisional yang telah lama terlupakan dan mengurangi permainan gadget. "Kami libatkan seluruh warga sekolah dari yayasan sampai petugas kebersihan dan harapannya itu sesuai dengan deklarasi ini. Yang bukan lagi konsep sekolah yang monoton di dalam kelas tetapi pembelajaran bisa dilakukan di luar kelas dan tetap menyenangkan," pungkasnya. (adv/nch/nin)

Editor : rusli-Admin Sapos