Cuaca tak menentu akhir-akhir ini bisa menjadi momen nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus dengue berkembang biak lagi. Jika tak diantisipasi berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.
BALIKPAPAN–Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengimbau warga Kota Minyak untuk aktif kembali melakukan pencegahan DBD. Apalagi cuaca tak menentu akhir-akhir ini bisa menjadi momen nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Langkah antisipasi perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Kepala DKK Balikpapan Alwiati mengatakan, kondisi cuaca seperti sekarang berpotensi nyamuk DBD berkembang biak. “Cuaca hujan lalu panas, terus-terusan begitu bisa meningkat jumlah nyamuk,” katanya. Maka dia mengimbau warga harus waspada terhadap DBD.
Terutama anak sekolah yang rentan terserang DBD. Dia mengingatkan kebersihan sekolah begitu penting. Mengingat sekolah menjadi salah satu lokasi tempat anak beraktivitas. “Sepekan terakhir ini ada ulangan. Sekolah patut waspada dan melakukan pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN),” tuturnya.
Selain sekolah, warga harus memerhatikan kebersihan rumah. Pencegahan DBD dengan slogan berbunyi 3M di antaranya menguras, menutup, dan mengubur. Kemudian bisa juga menggunakan penutup kelambu air pada tempat-tempat penampungan air.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) DKK Balikpapan Ahmad Jais menjelaskan, keberadaan kelambu air membuat nyamuk dewasa tidak bisa masuk ke dalam tempat penampungan air untuk bersarang atau bertelur. “Jika sudah telanjur jentik dan berkembang menjadi nyamuk dewasa, maka tidak dapat keluar,” sebutnya.
Cara pencegahan lainnya dengan memangkas dan membersihkan tanaman liar di pekarangan rumah agar tidak menjadi sarang nyamuk. Rerumputan lebat dan ilalang liar yang tidak terawat dapat menjadi sarang nyamuk tersembunyi. “Terlebih ketika di musim hujan, tidak semua airnya terserap ke dalam tanah,” imbuhnya.
Terkadang masih ada sisa-sisa genangan air bersembunyi di antara tanaman liar. Itu tempat nyamuk bebas berkembang biak menelurkan ribuan jentiknya. “Babat rata dan rapikan pekarangan atau tanaman liar di sekitar rumah. Jangan lupa menguras setiap pot dan tutup lubang-lubang genangan, ratakan dengan tanah,” tuturnya.
Selanjutnya memasang kasa dan kelambu nyamuk sebagai upaya mencegah nyamuk DBD masuk ke dalam rumah. Pasang kasa pada setiap lubang ventilasi dan jendela. “Kasa nyamuk ada berbagai macam, kawat, magnet, sampai jaring-jaring rapat yang tipis namun kuat menghalau masuknya nyamuk dari luar,” sebutnya.
Serta tidak lagi kebiasaan menumpuk atau menggantung baju terlalu lama. Lokasi baju menumpuk atau tergantung begitu lama menjadi tempat favorit dihinggapi nyamuk. Sebab, nyamuk menyukai aroma tubuh manusia. “Jika harus menyimpan kembali baju yang baru dipakai, lipat dan simpan pada tempat yang bersih tertutup,” pungkasnya. (ms/k8)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : Indra Zakaria