TENGGARONG - Pesta adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Erau Adat Kutai resmi memasuki puncaknya. Setelah awal dibuka tanggal 21 September lalu. Ritual Mengulur Naga Laki dan Bini, serta Belimbur dilaksanakan pada Minggu (29/9), yang juga menjadi penanda bahwa Erau telah memasuki penghujung acara.
Usai mengulur naga dan belimbur, selanjutnya Erau akan ditutup dengan perebahan Tiang Ayu. Yang dilakukan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Ke-XXXI, Aji Muhammad Arifin. Pada puncak Erau tahun 2024, euforia masys!akat terhadap pesta adat tahunan ini masih sangat tinggi.
Meski sedang berada di tengah-tengah tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama Kesultanan sukses mengemas kegiatan ini dengan baik. Terbukti dengan antusiasme masyarakat yang mengikuti kegiatan dari pukul 07.00 WITA hingga 14.00 WITA.
Mulai dari menyaksikan prosesi mengulur replika naga laki dan naga bini sepanjang 17 meter. Yang dilakukan puluhan pria dewasa dari Museum Mulawarman menuju kapal yang akan berangkat Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana untuk dilarungkan.
Adapun, rute penghantaran naga melalui sungai legendaris, yakni Sungai Mahakam. Naga kemudian diangkut ke atas kapal. Selama perjalanan, kapal akan berhenti beberapa kali untuk berkomunikasi dengan para mahkluk sakral.
Dilanjutkan dengan prosesi Rangga Titi yang dilakukan Sultan Aji Muhammad Arifin dengan mempercikkan air tuli. Yang menandai Belimbur, dari pukul 11.00 hingga 14.00 WITA. Belimbur menjadi ritual yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Dimana masyarakat akan saling menyiram air kepada sesama. Juga berarti menyucikan diri dari pengaruh jahat.
"Belimbur ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan, keselamatan dan terhindar dari malapetaka,” ungkap Kerabat Kesultanan, Heriansyah gelar Pangeran Noto Negoro.
Lanjut Heriyansah, pihaknya menekankan pentingnya empat dasar dalam adat Kesultanan Kutai Kartanegara. Yaitu adat, budaya, nilai-nilai kearifan lokal, dan falsafah hidup Bhinneka Tunggal Suwaka hidup berkalang amanah, mati berkalang tanah.
"Jika nilai-nilai dasar ini diterapkan dengan baik, kami yakin Kutai Kartanegara akan menjadi titik cahaya di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Terlebih dengan IKN ini, kami yakin masyarakat Kukar siap menyambutnya," tutup Heriansyah.
Sementara itu, Pjs Bupati Kukar Bambang Arwanto mengapresiasi puncak kegiatan Erau yang dilaksanakan oleh pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura bersama pemerintah. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Kutai.
"Kami berharap acara ini dapat berjalan dengan lancar, tentunya aman dan tertib. Masyarakat bisa mengikuti seluruh rangkaian dengan menaati aturan yang ada," tutupnya (moe)
Editor : Indra Zakaria