Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Lahan Tidur Disulap Jadi Ladang Jagung Produktif, PPU Tunjukkan Serius Dukung Swasembada Pangan

Wawan • Rabu, 30 April 2025 - 00:50 WIB

Photo
Photo

PENAJAM – Sebuah transformasi diam-diam sedang terjadi di Desa Giri Mukti, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Di atas lahan tidur yang dulunya tak bernilai, kini tumbuh hamparan jagung yang subur berkat inisiatif kolektif antara petani lokal, pemerintah, dan aparat kepolisian. Semua pihak seolah sepakat: swasembada pangan bukan lagi sekadar wacana.

Selasa (29/4/2025), suasana di Jalan Raya Silkar tampak berbeda. Kelompok Tani Jagung "Sawit Lestari" bersama jajaran Polres PPU, didukung oleh Pemkab PPU, Kodim 0913 PPU, serta Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, menggelar panen raya di lahan seluas 10 hektare. Lahan ini bukan milik pribadi—melainkan pinjaman dari Pertamina, yang kini menjelma menjadi ladang jagung produktif berkat kerja sama lintas sektor.

Bupati PPU, Mudyat Noor, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap upaya kolaboratif yang telah membuahkan hasil.

"Lahan ini sebelumnya tidak dimanfaatkan, tapi berkat kerja sama dengan Pertamina, kita bisa menjadikannya produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat sekitar," kata Mudyat dalam sambutannya.

Lebih dari sekadar panen, kegiatan ini disebut sebagai langkah awal menuju pembangunan pertanian yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Mudyat menegaskan bahwa pertanian di PPU bukan hanya soal padi—komoditas jagung pun kini mulai menunjukkan potensinya.

Berdasarkan laporan petani, rata-rata hasil panen jagung di lahan ini mencapai 5,5 ton per hektare. Meski masih di bawah angka nasional (sekitar 7 ton per hektare), Bupati optimistis bahwa PPU punya peluang besar untuk menjadi sentra produksi jagung di Kalimantan Timur—asal mendapat dukungan menyeluruh, terutama dalam hal pemasaran hasil panen.

"Petani sudah berjuang menanam dan memanen. Jangan lagi mereka harus pusing memikirkan penjualan. Pemerintah harus hadir jadi jembatan antara produksi dan pasar," tegasnya.

Tak hanya soal produksi, Mudyat juga mengingatkan pentingnya pendataan komprehensif terhadap potensi jagung di seluruh wilayah PPU. Menurutnya, ini adalah pijakan awal untuk menghadirkan industri hilir di sektor pertanian yang bisa meningkatkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja.

“Hilirisasi bukan monopoli sektor tambang atau energi seperti batu bara. Kita juga harus mulai bicara hilirisasi pertanian, karena itu menyangkut langsung pada kesejahteraan petani kita,” ujarnya.

Sebagai penutup, kegiatan tersebut diwarnai dengan penyerahan bibit jagung kepada petani dan anggota Polres PPU, sekaligus penanaman bibit baru sebagai simbol kelanjutan program pertanian produktif di kawasan tersebut. (bs/adv)

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU #pemkab ppu