SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kalimantan Timur merilis prakiraan cuaca terbaru yang menunjukkan kondisi langit Benua Etam akan bervariasi dari cerah hingga berawan tebal. Meski beberapa wilayah berpotensi diguyur hujan ringan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini menjadi sorotan utama yang perlu diwaspadai masyarakat.
Berdasarkan data terkini, suhu udara di Kalimantan Timur diprakirakan berada pada rentang 21 hingga 31°C dengan tingkat kelembapan mencapai 60 sampai 100 persen. Angin permukaan bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan rata-rata 10 hingga 20 km/jam.
Prakirawan BMKG Kaltim, Fryska Abay, menjelaskan bahwa kondisi cerah berawan akan mendominasi sejak pagi hari. Namun, hujan ringan diprediksi tetap akan turun secara sporadis di beberapa titik pada waktu yang berbeda.
"Pada siang hari, potensi hujan ringan diprediksi terjadi di wilayah Mahakam Ulu. Memasuki malam hari, cakupan hujan ringan berpotensi meluas ke wilayah Berau, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), hingga Kutai Barat," terang Fryska dalam keterangan resminya. Kondisi hujan ringan ini diperkirakan masih akan bertahan hingga dini hari, khususnya bagi warga di wilayah Balikpapan, PPU, Kutai Barat, dan Mahakam Ulu.
Di balik kondisi cuaca yang tampak tenang, BMKG mengeluarkan peringatan serius terkait risiko kebakaran hutan dan lahan. Untuk periode 27 hingga 30 Maret 2026, hampir seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.
Kondisi lahan yang mulai mengering di tengah cuaca cerah berawan meningkatkan risiko titik panas (hotspot) yang dapat memicu kebakaran luas jika tidak diantisipasi dengan baik. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, BMKG melaporkan bahwa tinggi gelombang di perairan Kalimantan Timur secara umum masih berada pada kategori rendah, yakni sekitar 1 meter. Meskipun kondisi laut relatif tenang, kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi lainnya tetap menjadi prioritas.
"Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, serta yang paling utama adalah kebakaran hutan dan lahan," tambah Fryska.
Pihak BMKG menyarankan warga untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi resmi maupun kanal media sosial BMKG Kalimantan Timur guna mendapatkan data yang lebih presisi dan cepat. (*)
Editor : Indra Zakaria