TARAKAN - Sejak resmi digunakan beberapa tahun lalu, kini kondisi Rusunawa yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Pamusian, tampak terlihat kumuh. Bahkan, komplek rusun terlihat sangat kotor dengan banyaknya sampah berserakan.
Saat dikonfirmasi, Kepala UPT Rusunawa dan Rusus, Sahida mengungkapkan jika saat ini kondisi Rusunawa memang berada di posisi yang sulit karena minimnya operasional. Sehingga dengan kondisi tersebut membuat pihaknya tidak dapat berbuat banyak.
"Saat ini memang dalam kondisi yang sulit. Tahun 2018 saya masuk di sini rumput itu menutupi pagar, terus ada septic tank yang meluap, pipa PDAM juga sudah ada yang bocor kita akali sendiri, dindingnya sudah pada kotor, karena ini memang tidak ada biaya oprasionalnya, jadi kami di sini berusaha kerjakan sama-sama,"ujarnya kepada Radar Tarakan, (10/09).
Meski pendapatan Rusunawa setiap tahunnya tidak dapat dikatakan kecil, namun hal itu tidak berdampak besar pada perbaikan bangunan dan fasilitas rusus lainnya. Kendati begitu, pihak UPT tidak dapat memanfaatkannya guna melakukan perbaikan sendiri mengingat harus menyetorkan hasil tersebut sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Pendapatan setiap tahun berbeda-beda, tahun lalu lebih dari Rp1 miliar. Di tahun ini, UPT menargetkan PAD Rp 929 juta. Bahkan di bulan Agustus ini saja sudah mencapai lebih dari Rp 600 juta atau 60 persen dari target,"tukasnya. (*/zac)
Editor : anggri-Radar Tarakan