TARAKAN - Longsornya pemakaman korban Covid-19 yang terletak di Kelurahan Juata Laut langsung mendapat perhatian pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah Kota Tarakan berencana untuk melakukan penyiringan makam, namun hanya menggunakan karung pasir mengingat curah hujan yang masih tinggi.
“Karena butuh cepat, takut hujan lagi, runtuh lagi. Jadi kami langsung siring pakai karung pasir saja. Nanti DPUTR lah yang urus teknisnya,” ungkap dr. Khairul, M.Kes, wali kota Tarakan, Minggu (3/10).
Proses penyiringan dengan karung pasir ini diprediksi akan selesai dalam beberapa hari ke depan. Khairul mengungkapkan bahwa lahan pemakaman yang ada sekarang awalnya diperuntukkan untuk akses jalan. Sebab itu lahan tersebut merupakan tanah timbunan.
“Tapi lagi-lagi alasan penggali kubur itu waktu itu karena ada 15 sampai 14 (jenazah) yang meninggal waktu itu, dan kalau menggali di tempat lain itu kan cukup padat. Makanya untuk penanganannya, digali di situ, inilah sebenarnya masalahnya,” ujar Khairul. (shy/lim)
Baca berita lainnya di Radar Tarakan edisi Senin 4 Oktober 2021
Editor : anggri-Radar Tarakan