Memiliki objek wisata yang unik, Tarakan diharapkan bisa melakukan diversifikasi terhadap potensi kekayaan alam yang dimiliki, terutama di bidang pariwisata.
MUHAMMAD RAJAB, Tarakan
Pertama kali menginjakkan kaki di Tarakan, Kamis (7/3), Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, langsung terpesona dengan objek wisata yang ada di Bumi Paguntaka.
Pompa angguk yang merupakan pompa minyak sekaligus benda peninggalan sejarah, merupakan salah satu objek wisata yang menarik perhatiannya.
Keunikannya bahkan mengundang keinginan pria kelahiran Surabaya 1965 iniuntuk mengabadikannya dengan berswafoto bersama istri, didampingi Wali Kota Tarakan Khairul yang juga ditemani istrinya.
Menurut Mirza, melihat pompa angguk yang ada di Tarakan baginya adalah yang pertama di Indonesia. Daerah yang memiliki objek wisata ternama seperti Bali dan Jogjakarta, tidak memiliki pompa angguk.
“Baru foto di dekat pompa angguk, ya baru sekarang. Biasanya cuma lihat di film. Karena baru kali ini saya datang di satu kota, ternyata ada pompa angguk di pinggir-pinggir jalan. Itukan jadi objek instagramable banget,” kagum Mirza saat diwawancarai awak media di balai adat Tidung, Kamis (7/3).
Mirza juga akan mengunggah fotonya tersebut di akun Instagram pribadinya, guna turut mempromosikan objek wisata di Tarakan. Dengan harapan, dapat menarik orang-orang yang melihatnya untuk datang ke Tarakan.
“Ya tentu harapannya juga bisa turis dari luar negeri datang ke Tarakan dan ke Kalimantan Utara,” harap Mirza.
Tidak hanya secara pribadi, namun secara kelembagaan Bank Indonesia, juga akan mendukung tumbuhnya sektor pariwisata di suatu daerah. Hal itu sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan.
Mirza menilai, untuk jangka panjang, Pemkot Tarakan perlu melakukan diversifikasi, karena kekayaan alam seperti produksi minyak bumi juga sudah menurun. Pariwisata menjadi salah satu potensi menjanjikan.
Ia mencontohkan, Thailand telah berhasil melakukannya dengan mampu mendatangkan 35 juta turis luar negeri setiap tahunnya. Hal ini juga sudah dilakukan pemerintah Indonesia dengan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan luar negeri dari 9 juta orang pada 2014 menjadi 14 juta orang saat ini.
Sayangnya, objek wisata yang ada di Indonesia belum terpromosikan secara baik dan profesional. Selama ini kebanyakan wisatawan luar negeri hanya berkunjung ke Bali dan Jogjakarta. Padahal, banyak sekali objek wisata di Indonesia yang bagus, yang belum dikenal di mancanegara.
Termasuk Tarakan yang sebenarnya sudah dapat diakses dengan transportasi udara melalui kota-kota besar di Indonesia maupun dari luar negeri. Perlu untuk ditingkatkan upaya promosinya. Salah satunya dengan memanfaatkan media sosial.
“Kalau orang bilang, sekarang ini semua harus instagramable, jadi kita harus menggunakan dunia sosmed (media sosial) untuk kita mempromosikan pariwisata,” tuturnya.
Selain itu, menggelar berbagai kegiatan juga salah satu upaya promosi. Tidak perlu dihelat secara besar-besaran, yang paling penting adalah publikasinya agar bisa mengundang wisatawan datang.
Selain pompa angguk, Mirza juga menilai balai adat Tidung bisa menjadi salah satu objek potensial yang dimiliki Tarakan. Karena objek wisata ini menyajikan kebudayaan masyarakat setempat, baik kesenian maupun benda-benda yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami membantu ada pelaminan sama alat musik dengan maksud untuk melestarikan budaya, dan kedua adalah dengan maksud supaya Tarakan dan Kalimantan Utara promosinya semakin bagus, sehingga aktivitas pariwisata, baik itu turis domestik maupun mancanegara semakin banyak,” tuturnya.
Saran ini mendapat respons positif dari Wali Kota Tarakan Khairul.
“Ke depan, fokus kita ini karena memang sumber daya alam kita mulai terbatas, perlu memang peningkatan dari sumber-sumber lain terutama pengembangan pariwisata untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Khairul.
Khairul mengaku banyak potensi pariwisata yang belum dikemas dengan baik. Misal wisata kuliner khas Tarakan, juga Pantai Amal yang belum digarap dengan baik. Ataupun wisata sejarah yang menurutnya lebih baik dari yang dimiliki Vietnam. (*/udi)
Editor : uki-Berau Post