TANJUNG SELOR – Vaksinasi tahap kedua menyasar pelayan publik. Vaksin Sinovac yang disiapkan di Bulungan pada tahap kedua ini mencapai 1.530 dosis.
Vaksinasi menyasar pegawai Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bulungan dr Velix Toding Sima mengatakan, Senin (8/3) vaksin Covid-19 juga akan disuntikkan kepada jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan.
“Pemberian vaksin tersebut akan melewati beberapa tahap tergantung dari kesediaan instansi yang ditunjuk,” katanya, Minggu (7/3).
Vaksinasi tahap pertama lalu dan tahap kedua yang tengah berjalan ini belum ada laporan munculnya Kejadian Ikut Psaca Imunisasi (KIPI). Kata dia, gejala yang timbul saat pemberian vaksin berbeda-beda. Respon tubuh dalam menerima vaksin juga tergantung imun masing-masing tubuh yang divaksin.
“Ada yang merasa ngantuk setelah divaksin dan pegal-pegal, termasuk wajar dan hal biasa. Dan kita kategorikan ke dalam KIPI ringan. Sedangkan KIPI berat itu saat disuntik langsung syok. Cuma selama ini Alhamdulillah aman. Belum ada temuan seperti itu,” katanya.
Sebelum vaksin, seseorang mesti menjalani tahap penyaringan (screening) untuk diketahui kondisi kesehatan, kadar gula darah, tensi darah, dan penyakit komorbid lainnya.
“Sebelum divaksin terlebih dahulu diwawancara sekitar 16 pertanyaan untuk memastikan kondisi individu tersebut sehat. Kami harapkan kepada pasien penerima vaksin jujur terhadap penyakit yang diderita,” ujarnya.
Jika ada yang memiliki riwayat penyakit jantung, akan ditanyakan kepada dokternya. Demikian juga ibu menyusui yang sebelumnya tidak diperbolehkan, sekarang ada pengecualian tergantung kepada kondisi kesehatan yang bersangkutan. (*/mts/mua/uno)
Editor : izak-Indra Zakaria