TANJUNG SELOR – Ketersediaan oksigen di Bulungan mulai mengkhawatirkan. Informasinya, oksigen yang ada menipis, sehingga butuh penambahan. Ditambah lagi, jumlah pasien yang kian meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Bulungan Imam Sujono mengatakan, bantuan oksigen dari provinsi sebanyak 160 tabung oksigen sudah habis. Sebab bukan hanya rumah sakit yang menggunakan oksigen, melainkan tempat karantina juga difasilitasi oksigen. Bahkan terdapat empat puskesmas penyanggah rumah sakit juga menggunakan oksigen. Kebutuhan oksigen, disesuaikan dengan jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19.
“Saya sudah perintahkan untuk mengambil langkah dengan rekanan kita,” kata dia, Sabtu (7/8).
Menurutnya, ketersediaan oksigen ini harus segera diantisipasi. Diperlukan langkah yang jelas, guna menyiapkannya. Untuk itu, pihaknya bersama stakeholder terkait melakukan koordinasi dan komunikasi.
"Kita harus memikirkan cara mengantisipasinya. Jangan sampai tidak ada oksigen yang tersedia," katanya.
Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara Agust Swandy mengatakan, Pemprov Kaltara sudah mengajukan generator oksigen ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, yang menjadi persoalan, adalah data yang di-input dari rumah sakit (RS) belum selesai karena masih dalam proses.
“Rumah sakit ini kan punya kewajiban meng-input data sistem informasi rumah sakit (SIRS) online,” bebernya.
Beberapa hari terakhir, lanjut dia, data yang di-input sedikit terhambat. Hal ini diakibatkan dengan jumlah pasien yang bertambah. Sehingga petugas fokus pada penanganan. Data SIRS di Kaltara banyak yang tidak update. Khususnya terkait keterisian tempat tidur, ketersediaan oksigen, logistik dan lainnya.
“Ketika kita menyampaikan masalah ini ke pemerintah pusat, mereka mengembalikan lagi ke kita. Karena di data SIRS online kebutuhan rumah sakit tidak ada masalah. Jadi, kita diingatkan lagi agar meng-update SIRS online setiap hari,” jelasnya.
Data SIRS, menjadi dasar Kemenkes dalam mengambil keputusan. Sejak awal Kaltara sudah masuk dalam provinsi prioritas. Tetapi dari SIRS online itu Kaltara tidak masuk, karena dari data yang ada di daerah, tidak menunjukkan adanya masalah.
Oleh karenanya, dalam beberapa hari terakhir ini RS mulai menertibkan SIRS. Apalagi, hal ini sudah menjadi pembahasan oleh pemerintah pusat bahwa Kaltara merupakan provinsi yang perlu mendapatkan bantuan.
“Mudahan saja bisa cepat bisa terealisasi. Kalau segera ter-update dan diterima pusat, diharapkan bantuan segera terealisasikan," sebut dia. (fai/udi)
Editor : uki-Berau Post