TARAKAN – Sebagai upaya untuk mencegah adanya barang terlarang masuk, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan akan dilengkapi mesin X-ray.
Sebelumnya ada dua petugas yang sudah mengikuti pelatihan pengecekan barang melalui mesin X-ray. Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Arimin menjelaskan, pengoperasian mesin X-ray nantinya sangat membantu dalam hal pengawasan barang masuk ke dalam Lapas. Selain itu, bisa membantu pencegahan masuknya peredaran narkotika.
“Namun kami masih mempersiapkan untuk pemanfaatan mesin itu. Jangan sampai ada peredaran gelap narkoba di dalam Lapas ini,” tegasnya, Kamis (30/12).
Ia menegaskan, barang apapun yang akan masuk ke dalam Lapas harus melalui mesin X-ray. Penempatan mesin tersebut nantinya akan diletakkan dibagian portir. “Termasuk (barang-barang) saya,” imbuhnya.
Terkait penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) atau petugas Lapas, masih menunggu instruksi Kementerian Hukum dan HAM. Sebab jumlah warga binaan saat ini tidak sebanding dengan jumlah pegawai. Ia menyebut jumlah warga binaan saat ini sekitar 1.400 orang dan petugas Lapas hanya 76 orang.
“Ini sangat sedikit pegawai kami. Namun saya yakin sudah diusulkan sebelumnya untuk penambahan pegawai,” tuturnya.
Bahkan, ia juga sudah berkoordinasi dengan semua petugas Lapas. Agar petugas lebih waspada dalam hal mengantisipasi gangguan keamanan di dalam Lapas. “Kami sudah mengumpulkan petugas untuk memperkuat tim kami. Untuk lebih bagus lagi. Jangan sampai terjadi gangguan keamanan atau peredaran gelap narkoba di dalam Lapas,” pintanya.
Disisi lain, saat ini hampir semua warga binaan di Lapas Tarakan sudah semua dilakukan suntik vaksin Covid-19 tahap pertama. Ada beberapa yang belum dilakukan vaksin karena ada masalah kesehatan yang disertai komorbid.
“Saya usahakan bisa 100 persen juga vaksin tahap dua. Selagi masih lolos dalam pemeriksaan kesehatan, akan kami vaksin. Untuk dibuka kembali kunjungan, menunggu arahan dari pusat,” tutupnya. (sas/uno)
Editor : uki-Berau Post