Prokal.co - Hujan deras melanda Tarakan sejak Senin (27/5/2024) dinihari. Hujan dalam intensitas sedang hingga besar tersebut terjadi cukup lama dan merata di semua Kecamatan.
Alhasil hujan yang mengguyur menyebabkan Banjir di sejumlah wilayah diantaranya Kelurahan Karang Anyar, Karang Harapan, Kampung Satu dan Karang Balik. Akibat banjir berdampak kepada terganggunya aktivitas masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Jery (40) warga Kelurahan Karang Anyar mengungkapkan genangan air sudah naik sejak pukul 07.00 Wita. Sehingga sejak pagi menyebabkan kemacetan lalu lintas dan air masuk ke beberapa rumah warga.
"Tunggi sekitar diatas lutut lah, lumayan lama juga. Jadi banyak yang tidak bisa kerja. Memang di pasir putih ini setiap hujan diatas 3 jam pasti banjir. Ini karena drainase masih kurang. Kami berharap nanti ada program penanganan banjir khususnya di wilayah pasir putih. Karena disini pohon di gunung juga sudah berkurang karena banyak galian C. Jadi beberapa tahun ini sangat sering banjir," ujarnya, Senin (27/5).
"Kalau dulu agak jarang-jarang banjir karena masih banyak bukit dan pohon. Sekarang sudah banyak berkurang karena tambang pasir, jadi lebih sering banjir. Mudahan ini aktivitas pertambangan pasir bisa jadi perhatian pemerintah juga soal amdalnya," sambungnya.
Sementara itu, di wilayah Kecamatan lainnya juga terpantau tergenangnya air. Namun demikian, belum ada laporan kerugian dari masyarakat. Terpisah, Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, Raa'ina Farah Nur Annisa menerangkan, suhu pada Senin mencapai 29 derajat Celsius dan kelembapan berada di antara 75-90 persen.
“Hujan lebat di Tarakan suhu udara mulai 27 celcius sampai dengan 29 Celcius. Kelembapan 93 persen sampai dengan 95 persen. Angin bertiup dengan kecepatan 11 Km/jam. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap fenomena alam lainnya seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor. Selain itu, menghimbau masyarakat untuk selalu mengupdate informasi cuaca," tuturnya.
Dikatakannya, hujan yang beberapa hari terjadi l bukan disebabkan karena fenomena pancaroba atau peralihan musim di suatu daerah. Lantaran wilayah Kaltara yang tidak mengenal musim.
Melainkan, disebabkan oleh dua faktor. Pertama, terdeteksinya siklon tropis aktif di laut Filipina yang memberikan dampak langsung terhadap pola angin di wilayah Kaltara.
"Adapun perkiraan Tinggi Gelombang Hari pada Senin yakni arah angin Tenggara Barat Daya, sebesar 5-15 knots , Tinggi Gelombang 0.5-1.25 meter. Perairan Sulawesi Bagian Barat arah angin Selatan Barat Daya, 6-15 knots Tinggi Gelombang 0.5-1.25 meter.
Arah angin Barat Laut-Timur Laut, dengan kecepatan rata-rata antara 311 knots. Kemudian curah hujan maksimum dasarian atau per 10 hari, tercatat 327,4 mm tercatat tertinggi pada dasarian III bulan Mei 2024," tambahnya. (zac/lim)
Editor : Indra Zakaria