"Kita mengurai keterisoliran di Lumbis Ogong dan Hulu, yang masih menggunakan jalur sungai. Satu tahun lalu, kami sudah ke sana bersama DPUPR dan BPJN agar mengangkat ini menjadi program nasional. Mudahan ada rencana dan program disertai anggaran yang turun. Jalur sungai tak mungkin dengan baik melancarkan distribusi barang dan orang.
Terlebih PLBN di Lumbis ini akan operasional. Harus kita topang. Begitu pun dengan trase jalan Apau Kayan dan Krayan kita harapkan ditangani pemerintah pusat, khususnya Sungai Boh ke Long Bagu. Kita usahakan segera tuntas," ulasnya. Ia juga mengungkap, jalur tersebut sudah tembus. Namun beberapa di antaranya butuh penanganan.
"Jalur Lumbis ke Lumbis Ogong dan juga ke Lumbis Hulu, harapan kita jalan lingkar Lumbis segera diwujudkan. Ini akan memperlancar aktivitas warga, progresnya kita perkirakan sudah 50-an persen. Ini kita pastikan dulu, tahun lalu sudah 40-an persen," urainya.
Dikatakan, pilihan trase jalan juga terdapat pada Long Pahangai ke Sungai Boh didanai APBN diharapkan lebih cepat. Selama ini warga memanfaatkan trase jalan yang dibangun perusahaan.
"Dari Sungai Boh ke Long Bagu, kita upayakan diserahkan pemegang hak pengusahaan hutan ke pemerintah, BPJN Kaltim kerja sama dengan BPJN Kaltara. Kalau bisa diselesaikan, ini merupakan jalan memudahkan warga. Distribusi dari Kaltim ke Kayan Selatan, Kayan Hulu dan Hilir bisa lancar," tambahnya.
Kepala BPJN Kaltara, Nikolaus Ambrosius Gai Botha mengatakan, penanganan sudah ditindaklanjuti dengan mengerahkan alat berat ke Km 34. Kendati dibutuhkan waktu hingga 2 malam.
"Diupayakan Kamis-Jumat sudah bisa kita tangani," ujarnya. Adapun pembangunan akses jalan ke PLBN Long Nawang masuk dalam paket pemeliharaan.
"Ada anggaran untuk pembangunan akses jalan," sebutnya. (lim)