Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

BPOM Tarakan Temukan Produk TIE dan Kedaluwarsa di Parsel Lebaran

Indra Zakaria • Senin, 31 Maret 2025 - 16:45 WIB
Harianto Baan
Harianto Baan

Beberapa produk tanpa izin edar (TIE) serta produk kedaluwarsa didapati BPOM Tarakan terhadap produk pangan dalam parsel lebaran. Temuan itu didapati sederhana BPOM Tarakan saat melakukan pengawasan terhadap produk pangan dalam bentuk parsel.

Dari 17 tempat yang diperiksa, sebanyak 11 di antaranya tidak memenuhi ketentuan. Kepala BPOM Tarakan, Harianto Baan, menyebutkan bahwa 9 lokasi menjual produk tanpa izin edar, 8 tempat menjual produk kedaluwarsa, dan satu di antaranya melakukan kedua pelanggaran tersebut.

"Produk kedaluwarsa yang ditemukan mencakup biskuit, bumbu masak, roti, dan bahan kue," katanya.  Harianto mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih produk pangan olahan melalui prinsip "Cek Klik." Prinsip ini melibatkan empat langkah yaitu memeriksa kemasan agar tidak rusak, membaca label untuk mengetahui kandungan gizi, memastikan izin edar, serta mengecek tanggal kedaluwarsa.

"Kami juga terus melakukan pengawasan khusus terhadap parsel, terutama selama periode Lebaran," ungkapnya. Ada empat jenis produk yang disarankan tidak dipasarkan yaitu produk tanpa izin edar, produk kedaluwarsa, produk dengan masa kedaluwarsa kurang dari enam bulan, serta produk yang mengandung minuman keras atau bahan yang tidak halal.

"Pengawasan dilakukan pada titik-titik strategis dengan potensi penjualan parsel yang tinggi," tuturnya.

Secara umum, BPOM mencatat bahwa sebagian besar pelaku usaha telah kooperatif dalam mematuhi aturan. Harianto menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga pola konsumsi sehat, khususnya mengontrol kadar gula, garam, dan lemak. Hal ini bertujuan agar risiko penyakit seperti diabetes dan kolesterol dapat diminimalkan.

"Kami berharap masyarakat semakin teliti dalam memilih produk untuk memastikan keamanan dan kesehatan diri serta keluarga," pungkasnya. (zar/har)

Editor : Indra Zakaria