NUNUKAN – Denyut aktivitas di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, diperkirakan akan mencapai titik tertingginya pada Senin (30/3) esok. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Nunukan memprediksi puncak arus balik pasca-Idulfitri 1447 Hijriah akan terjadi di penghujung Maret, seiring dengan berakhirnya masa libur sekolah dan cuti bersama masyarakat.
Kepala Cabang Pelni Nunukan, Sudjito, menjelaskan bahwa tanda-tanda peningkatan penumpang sebenarnya sudah mulai terbaca sejak 25 dan 26 Maret lalu melalui kedatangan KM Lambelu serta KM Bukit Siguntang. Meski jumlah penumpang yang turun di Nunukan sempat berada di angka normal, tren pergerakan orang mulai menunjukkan grafik kenaikan yang konsisten menuju puncak arus balik.
Berdasarkan data operasional, fluktuasi penumpang selama masa mudik dan balik tahun ini cukup dinamis. Pada fase awal arus balik tanggal 25 Maret, tercatat sebanyak 1.097 penumpang turun di Tunon Taka menggunakan KM Lambelu. Kondisi serupa terlihat pada 26 Maret, di mana KM Bukit Siguntang mengantarkan 626 penumpang turun dan membawa 962 penumpang naik dari Nunukan. Secara umum, rata-rata muatan setiap kapal yang bersandar kini berkisar di angka 800 hingga 1.000 orang.
Menyikapi adanya kebijakan dispensasi penambahan jumlah penumpang selama periode peak season ini, pihak Pelni memastikan keamanan tetap menjadi prioritas utama. Sudjito menegaskan bahwa penambahan kuota penumpang dibarengi dengan penyesuaian jumlah alat keselamatan di atas kapal. Hal ini dilakukan guna menjamin kelancaran mobilisasi warga Kalimantan Utara yang kembali dari kampung halaman agar tetap merasa aman hingga sampai di tujuan.(*)
Editor : Indra Zakaria