Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Belasan Warga Jadi Korban Dugaan Penipuan Toko Emas di Balikpapan

Wawan-Wawan Lastiawan • Selasa, 18 Juli 2023 - 13:27 WIB
Salah satu korban menunjukkan emas diduga palsu yang dia beli dari toko di Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara.
 (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)
Salah satu korban menunjukkan emas diduga palsu yang dia beli dari toko di Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan Utara. (Foto : Erik Alfian/Prokal.co)

 

BALIKPAPAN-Sebuah toko emas yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara diduga melakukan penipuan terhadap para konsumennya.

Tak tanggung-tanggung, ada belasan korban yang semuanya merupakan perempuan sudah melaporkan dugaan penipuan ini ke Mapolresta Balikpapan pada Senin (17/7) sore kemarin.

Berdasarkan penuturan para korban, emas yang dijual toko tersebut kualitasnya tak sesuai dengan yang dijanjikan. Selain mudah memudar, mereka juga mengaku kadar emas yang dijual juga tak sesuai alias lebih rendah dari yang semestinya.

Salah satu korban IP (24) mengaku sudah cukup lama berlangganan di toko emas tersebut. Ia menyebut, harga emas yang ditawarkan toko tersebut memang lebih kompetitif alias lebih murah ketimbang toko lain.

Ia mulai menaruh curiga setelah nama toko emas langganannya tersebut viral di media sosial karena ada konsumen yang merasa tertipu. Lantaran curiga, IP akhirnya membawa emas yang dia beli di toko tersebut ke toko lain. Benar saja, kadar emas yang dia beli tidak sesuai. "Ternyata kalung saya dari toko itu kadarnya tidak sesuai. Saya beli kandungannya 375, pas dicek cuma 20 persen," kata IP.

Kecewa, IP pun mencoba mendatangi toko tersebut. Sayang, saat didatangi toko sudah tutup. Pun pemilik toko yang rupanya sudah tak lagi mendiami rumahnya. Bahkan, bangunan yang sebelumnya merupakan toko emas tersebut kini sudah dipasangi papan disewakan.

Korban lainnya SI (26) mengaku mulai menaruh curiga saat dirinya hendak menjual emas yang dibeli dari toko tersebut. Sebab, sejumlah toko enggan menerima emas yang dia miliki dan hanya bisa dijual ke toko tempat dia membeli. "Mau jual ke tempat lain juga nggak bisa. Malahan ada yang bilang ini bukan emas," ungkap SI. 

SI juga menyebut semakin hari, perhiasan berupa gelang dan cincin miliknya justru kian menghitam. Hanya menyisakan sedikit warna emas. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, setiap korban mengalami kerugian antara Rp 1,2 juta hingga Rp 1,7 juta. Jika ditotal dari belasan korban nilai kerugian mencapai Rp 60 juta lebih.

Dikonfirmasi, Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Balikpapan IPDA Wempy Ardenta membenarkan adanya laporan dugaan penipuan toko emas tersebut. 

"Masyarakat membeli emas di sebuah toko namun ternyata emas itu diduga palsu. Sementara ini masih kami selidiki dulu," ucap Wempy. (hul)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan