Sebuah kotak tanpa pemilik ditemukan di tepi jalan Mabuun malam kemarin. Melihat bentuk kotak yang dilapisi alumunium membuat warga tak berani mendekat. Mereka akhirnya memanggil kepolisian untuk menanganinya. Apa isinya?
---
Polres Tabalong sendiri langsung sigap meluncur ke Mabuun, tepatnya depan komplek pertokoan mainan Sherina. Sekitar Pukul 22.30 Wita petugas langsung membuat pagar pembatas. Warga menyaksikan dari kejauhan.
Kotak berada di atas meja setinggi setengah meter dari tanah. Cerita yang beredar, kotak itu mencurigakan karena sengaja ditinggal pemiliknya. Asumsinya itu adalah bom.
Mendapati laporan warga, Polres Tabalong tak berani ambil risiko. Mereka melaporkannya ke Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Kalimantan Selatan. Jarak yang jauh membuat jajaran penjinak bom baru tiba keesokan harinya. Lokasi kembali disterilkan dari masyarakat yang ingin menyaksikan.
Alat pendeteksi bom pun dikeluarkan petugas. Ternyata tidak ada letusan yang terjadi. Petugas akhirnya memastikan itu bukanlah bom.
Lalu apa itu?
Prosesnya masih panjang. Jajaran satgas Jihandak membawa kotak itu ke markas mereka di Banjarbaru. Kotak itu akan dijadikan barang bukti laporan kasus tindakan penjinakan bom.
Ternyata sekitar pukul 11.30 Wita siang, lokasi yang heboh itu didatangi oleh seorang wanita berkerudung. Dengan penuh kesedihan, dia langsung menemui sejumlah karyawan di toko pemilik menanyakan: apakah mereka melihat kotak hitam itu?
Karuan, semua karyawan bengong dan tidak bisa berkomentar. Untuk berjaga-jaga, mereka tidak memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada malam hari itu. Mereka hanya sepakat mengatakan tak mengetahuinya.
Menganggap kotak itu sangat penting baginya, wanita bernama Ni Lu Ayu Desima Rima Yanti itu meminta karyawan toko mainan menunjukkan hasil rekaman kamera pengintai toko untuk malam hari. Sayangnya, tayangan video telah dipotong. Tampilan yang ditayangkan hanya meja kosong, dimana kotak itu berada.
Melihat tidak ada kotak miliknya, dia langsung terduduk ke lantai dan menangis. “Kotak itu isinya alat kosmetik, saya beli di Banjarmasin harganya Rp5 juta. Bartangnya itu (yang dibeli) tidak ada di Tabalong,” katanya.
Sambil mengucurkan air mata dia bercerita, itu adalah make up jenis elektrik untuk yang biasa digunakannya berusaha merias. Kebetulan dia sering menerima panggilan merias dan melulur.
Lalu bagaimana ceritanya kotak itu bisa tertinggal?
Ni Lu Ayu mengatakan malam hari itu dia sempat singgah membeli mainan usai memberi layanan rias. Ternyata kotak riasnya tertinggal di depan toko. Wanita yang tinggal di Mabuun itu pun pulang ke rumah untuk tidur.
Ia baru sadar pukul 11.00 Wita ketika akan merias wajahnya sendiri. Tanpa berfikir panjang, dia menuju lokasi yang diingatnya. Sayangnya, kotaknya yang telah menghebohkan Mabuun itu kini sudah berpindah tempat dengan pengawalan khusus.
Perempuan berusia 42 tahun itu kemudian melaporkan nasibnya ke jajaran Polsek Murung Pudak. Sejumlah petugas langsung melakukan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kepemilikan kotak tersebut. Salah satu pertanyaan adalah: kenapa dia tidak tahu ketika sempat terjadi kehebohan bom? Apakah dia tidak tahu bahwa kabarnya sempat beredar dan viral?
Ni Lu Ayu menjawab dia tidak memiliki telpon genggam android.
Petugas pun hanya bisa mesem.
Ni Lu Ayu mengucapkan permohonan maaf. Tapi, dia tetap ingin barangnya kembali. “Terus kaya apa kotak saya, Pak? Bisakah kembali pak,” melasnya. Para polisi hanya bisa tersenyum dan bingung. Mereka memintanya mengikhlaskannya. Kotak itu sudah dibawa ke Banjarbaru.
Kapolres Tabalong Ajun Komisaris Besar Polisi Hardiono mengatakan kotak kosmetik itu tidak bisa dikembalikan karena dijadikan barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan. (ibn/ema)
Editor : miminradar-Radar Banjarmasin