Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Usut Isu Penumpukan Vaksin, Muhidin Datangi Balai Kota Banjarmasin

miminradar-Radar Banjarmasin • Kamis, 30 September 2021 - 16:20 WIB
MANTAN WALI KOTA: Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin di Balai Kota, kemarin (29/9). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN
MANTAN WALI KOTA: Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin di Balai Kota, kemarin (29/9). | FOTO: WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN

BANJARMASIN - Wakil Gubernur Kalsel, Muhidin menyambangi Balai Kota Banjarmasin, kemarin (29/9) siang. Kedatangannya untuk mengklarifikasi isu adanya penumpukan vaksin di ibu kota provinsi ini.

Kabar miring itu terdengar saat rapat evaluasi capaian vaksinasi bersama semua kepala daerah di Banua.
Kemarin, pertemuan terbatas di Aula Kayuh Baimbai pun digelar. Wali kota dan wakilnya, serta Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin dan jajaran kepala puskesmas menghadap wagub.

Apa hasilnya? Muhidin mengatakan, yang terjadi ternyata bukan penumpukan vaksin. Melainkan jatah vaksin yang dibagi-bagi ke banyak tempat.

“Vaksin tak hanya berada di dinkes. Dialokasikan pula ke TNI dan Polri. Alasannya untuk mempercepat program vaksinasi,” ujarnya.

Dia mewanti-wanti agar mempercepat vaksinasi. Karena termasuk indikator untuk penentuan level PPKM. “Bila vaksinasi berjalan lambat, ya artinya jelek,” tambah politikus PAN itu.

Muhidin juga berjanji akan membantu penambahan pasokan vaksin untuk Banjarmasin. Asalkan yang masih tersisa lekas dihabiskan.

Sementara itu, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi juga menepis kabar miring tersebut. Disebutkannya, stok vaksin sekarang ada 39.032 dosis. Tersebar di fasilitas penyimpanan sejumlah instansi.

“Itu data terakhir pada jam 7 pagi tadi. Rinciannya, vaksin Sinovac dosis pertama ada 10 ribu. Kemudian Sinovac dosis kedua sebanyak 3.056. Sisanya vaksin Moderna,” bebernya.

Disinggung soal pembagian jatah vaksin itu, dijelaskan Machli, dari rapat terakhir sudah disepakati.

Bahwa TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan RSUD Ulin sudah berkomitmen untuk mendistribusikan stok vaksin tak terpakai ke puskesmas.

Dia menjamin, stoknya sudah dialihkan dalam satu dua hari mendatang. “Termasuk mendistribusikan stok di sejumlah rumah sakit. Kami yakin bisa menghabiskannya dalam waktu sepekan ke depan,” pungkasnya. (war/fud/ema)

Editor : miminradar-Radar Banjarmasin
#Banua Covid-19 Corona