JAKARTA–Kasus cacar monyet (monkeypox) di Indonesia terus mengalami penambahan sejak pertama ditemukan kembali pada 13 Oktober 2023. Atas kondisi itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) hingga dinas-dinas kesehatan di daerah menyarankan penggunaan masker kembali sebagai bentuk pencegahan penularan cacar monyet.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan monkeypox bisa juga menular melalui udara. Dengan begitu, penggunaan masker tetap penting. "Ada salah satu penularan (monkeypox) bisa melalui udara," katanya kepada wartawan, Jumat (3/11).
Namun begitu, dia menerangkan bahwa butuh waktu lama penularan monkeypox itu melalui udara. "Tapi butuh waktu yang lama dan ini juga ada di pedoman WHO," ungkapnya.
Di Indonesia, kondisi penularan monkeypox belum darurat. Hingga saat ini, Nadia menyebut bahwa kontak langsung ataupun melalui seks berisiko masih menjadi yang paling rentan tertular penyakit ini. "Tentunya kalau kita lihat saat ini kontak langsung yang berisiko itu yang diutamakan," katanya.
Karena itu, penggunaan masker menurutnya tetap dianjurkan meskipun pihaknya tak akan mewajibkan penggunanya seperti saat pandemi Covid-19. "Enggak perlu saat ini (kewajiban penggunaan masker)," jelas Nadia.
Sebelumnya, kasus monkeypox atau cacar monyet kembali bertambah di DKI Jakarta. Per tanggal 3 November 2023, total ada 33 kasus positif cacar monyet. Penambahan itu muncul sejak ditemukannya kembali kasus cacar monyet pada 13 Oktober 2023 lalu.
"Per tanggal 3 November jumlah kasus (monkeypox) 33," kata Siti Nadia Tarmizi. (jpg/far/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria