Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Listrik Padam Berjemaah dari Padang sampai Bandar Lampung, Mandi pun Sekarang Jadi Urusan Rumit

Dinda Juwita • Kamis, 6 Juni 2024 - 19:01 WIB
BUTUH WAKTU: Sejumlah petugas PLN melakukan perbaikan di SUTT Lahat (4/6). (DOKUMENTASI PLN)
BUTUH WAKTU: Sejumlah petugas PLN melakukan perbaikan di SUTT Lahat (4/6). (DOKUMENTASI PLN)

Perkara mengisi bahan bakar sampai membersihkan badan ikut terkena efek padamnya listrik di berbagai wilayah di Sumatera beberapa hari terakhir. PLN butuh waktu untuk memulihkan 100 persen karena kalau dilakukan percepatan bisa berisiko pemadaman lagi.

SUCI H., PalembangMEHLITA R., Bandar Lampung HERI S., Padang, DINDA J., Jakarta

 

Prokal.co, PARA calon pembeli bahan bakar di SPBU Palapa, Bandar Lampung, kemarin (5/6) siang harus putar balik sambil nggerundel. Mereka tidak bisa dilayani karena genset yang dipakai rusak akibat mesinnya terlalu panas.

”Tadi pagi (kemarin pagi, 5/6) masih bisa pakai genset, tapi karena mesinnya panas akibat terus-terusan dipakai, rusak,” ujar salah seorang petugas SPBU kepada Radar Lampung. Listrik padam berjemaah di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sejak Senin (3/6) memang berdampak luas. 

Di Palembang, Sumatera Selatan, intake dan instalasi pengolahan air (IPA) Perumda Tirta Musi Palembang tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut kemudian menyebabkan air bersih di Palembang terhenti sementara waktu. Pantauan Sumatera Ekspres kemarin, misalnya di kawasan Sako, Talang Jambe, dan Kebun Bunga.

”Iya, dari kemarin pas lampu mati, air PDAM juga mati sampai hari ini (kemarin) belum hidup,” kata Seli, warga Sako, Palembang. 

PLN menyebut penyebab pemadaman listrik di Sumbagsel itu terjadi akibat masalah yang menimpa transmisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 275 KV Linggau-Lahat. SUTT merupakan jaringan interkoneksi yang terhubung dengan sejumlah wilayah di Sumatera.

Manajer Komunikasi & TJSL PLN UID Sumsel, Jambi, Bengkulu (S2JB) Iwan Arissetyadhi mengungkapkan, gangguan pada sistem transmisi tersebut berdampak mulai Sumatera Selatan, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, hingga Bengkulu. Setelah terjadinya gangguan, lanjut Iwan, PLN Unit Induk Distribusi S2JB langsung bergerak cepat melakukan pemulihan dari sisi pembangkit, transmisi, serta distribusi. Juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan.

”Hingga Rabu (5/6) pukul 08.30 WIB, hampir 80 persen atau 3,4 juta pelanggan di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu telah kembali menyala. PLN UID S2JB akan terus berupaya melakukan penormalan bertahap sehingga masyarakat bisa kembali menikmati listrik,” ujarnya.

Padang, Sumatera Barat, juga mengalami pemadaman mulai Selasa (4/6). Padang Ekspres melaporkan, sampai kemarin (5/6) pukul 07.30, masih terdapat 40 persen pelanggan yang listriknya belum menyala.

Menurut Manajer Komunikasi & TJSL Unit Induk Distribusi Sumbar Yeni Elfina, pemulihan dilakukan secara bertahap. PLN menerjunkan ratusan petugas yang bersiaga di lapangan dan pusat kontrol untuk memulihkan seluruh sistem secepatnya.

”PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan ini. Penormalan kelistrikan di wilayah yang terdampak sedang diupayakan secepatnya,” ujar Yeni. 

Memang banyak sekali yang menjadi korban listrik padam massal ini. Andi yang gagal mendapatkan bahan bakar di SPBU Palapa, Bandar Lampung, misalnya, harus mendorong motornya. ”Terpaksa cari eceran,” katanya.

Mandi pun jadi urusan yang rumit. ”PDAM Kebun Bunga mati sampai nggak bisa mandi karena air habis,” kata Mia, warga Kebun Bunga, Palembang. Dalam unggahan di Instagram, Perumda Tirta Musi menyatakan, buntut listrik padam, pompa pada intake dan instalasi pengolahan air Perumda Tirta Musi Palembang tidak dapat beroperasi.

”Diimbau kepada seluruh pelanggan Perumda Tirta Musi untuk menghemat penggunaan air. Wilayah terdampak dari gangguan ialah seluruh wilayah pengaliran Perumda Tirta Musi Palembang,” lanjutnya. 

Perumda Tirta Musi belum bisa memastikan kapan layanan air bersih kembali normal. Dari Jakarta, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman Hutajulu menekankan, PLN memerlukan waktu untuk dapat memulihkan pasokan listrik 100 persen. Apabila dilakukan percepatan, bisa terjadi pemadaman lagi.

Jisman pun mendorong PLN segera menginvestigasi penyebab utama padamnya listrik secara massal di banyak wilayah di Sumatera itu. ”Nanti saya berikan. Harus diaudit itu, jangan terulang. Itu juga perintah Pak Menteri. Untuk mitigasi ke depan agar tidak terulang,” katanya. (*/c19/ttg)

Editor : Indra Zakaria