Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Evaluasi Capaian 18 Program Unggulan

uki-Berau Post • Rabu, 4 Januari 2023 - 09:40 WIB
ISI KEKOSONGAN: Bupati Berau Sri Juniarsih, memimpin pelantikan Agus Wahyudi sebagai Pj Sekkab Berau, kemarin.
ISI KEKOSONGAN: Bupati Berau Sri Juniarsih, memimpin pelantikan Agus Wahyudi sebagai Pj Sekkab Berau, kemarin.

 

TANJUNG REREB – Asisten II Setkab Berau Agus Wahyudi, menjalani pengambilan sumpah /janji saat dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, yang dipimpin Bupati Berau Sri Juniarsih, di Balai Mufakat, Selasa (3/1).

Usai memimpin pelantikan, Sri Juniarsih mengatakan sejak 1 Januari lalu, M Gazali selaku Sekkab Berau telah memasuki masa purna tugas. Sehingga pihaknya menunjuk Agus Wahyudi untuk mengisi kekosongan sementara jabatan Sekkab Berau, sampai dilantiknya Sekkab Berau definitif.

Sri Juniarsih berharap, tugas-tugas pokok dan fungsi Sekkab Berau dapat tetap berjalan sekaligus berperan dalam kapasitasnya membantu kepala daerah, mewujudkan tujuan dan cita-cita bersama. Yaitu Kabupaten Berau yang maju dan sejahtera. "Dalam upaya komitmen meningkatkan tata pemerintahan yang bersih, berwibawa, transparan, dan akuntabel," terangnya.

Menurut Sri Juniarsih, memilih Agus Wahyudi menggantikan M Gazali sudah tepat. Pasalnya, Asisten II Setkab Berau yang pernah menjabat sebagai Kepala Baplitbang, sudah cukup lama menjadi seorang ASN dan menggeluti bidang pemerintahan.

“Intinya, saya tidak akan melantik beliau (Agus Wahyudi) kalau tidak melihat kinerjanya yang bagus. Saya yakin beliau sangat pantas untuk duduk di jabatan tersebut,” tegasnya.

Sri Juniarsih meyakini, Pj Sekkab Berau juga telah mengetahui tugas dan fungsinya. “Saya hanya tekankan untuk profesional dalam bertugas. Saya berharap agar Pj Sekkab ini tidak hanya menganggap kerja hanyalah sebuah rutinitas. Sekkab mesti memiliki target dan bisa melakukan terobosan-terobosan baru demi memajukan Bumi Batiwakkal," bebernya.

Sekretaris Kabupaten diterangkannya, merupakan jabatan struktural tertinggi di kabupaten, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, yang mana sekkab memiliki tugas dan wewenang membantu bupati dan wakil bupati, menentukan kebijakan strategis di daerah dan sub-sistem di daerah, termasuk badan atau lembaga teknis di daerah.

Pada kesempatan itu, Sri Juniarsih pun kembali mengajak semua pihak untuk dapat menyukseskan visi-misi, dan 18 program prioritas Pemkab Berau. Untuk bersama-sama menumbuhkan atmosfer kerja yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. "Hal ini juga penting untuk dilaksanakan oleh Pj Sekkab Berau, sebagaimana tugas pokok dan fungsi yang ada. Diharapkan tetap memberikan kinerja terbaik walaupun berada dalam jabatan yang sementara," tuturnya.

Sementara itu, Agus Wahyudi menyampaikan, dengan kepercayaan yang diberikan sebagai Pj Sekkab Berau, sebisa mungkin akan dijalankannya dengan optimal, sehingga bisa membantu bupati dan wakil bupati menuntaskan 18 program unggulannya.

"Yang paling penting konsolidasi ke semua OPD untuk capaiannya. Bagaimana semua bergerak kepada satu tujuan," ungkap Agus.

Agus mengaku, setelah ini akan segera melakukan evaluasi capaian-capaian program yang selama ini sudah berjalan, khususnya pada 18 program prioritas bupati dan wabup Berau. Selain itu, rapat bersama OPD juga segera dilakukannya. "Karena ini masih di awal tahun, kita evaluasi dulu capaian tahun kemarin, kemudian akan rapat bersama OPD guna menentukan langkah ke depan selama setahun seperti apa, dan capaiannya apa saja sudah tuntas,” katanya.

Dijelaskan Agus, 18 program yang ada merupakan dokumen terbuka, di mana semua orang bisa mengkritisi dan memberikan sumbangsih pemikiran, sehingga perlu adanya evaluasi terlebih dulu.

“Ini sangat penting karena evaluasi menentukan penempatan anggaran. Misalnya, ada satu program yang sudah tercapai secara signifikan tapi anggaran masih ada, ini kan salah, fatal," tuturnya.

Seperti misalnya pemasangan 1.000 titik WiFi di sisa waktu 2 tahun lagi. Kalau secara hitungan, maka dalam setahun harus memasang 200 titik WiFi harus terealisasi. Tapi kalau kurang dari 2 tahun capaiannya sudah lebih, maka anggaran bisa dialihkan untuk yang lainnya. "Intinya, semua program kegiatan dan sub kegiatan mendukung kepada semua capaian itu,” tutupnya. (mar/udi)

Editor : uki-Berau Post
#pemerintahan