SAMARINDA – Gelombang cuaca panas yang mengepung Kota Samarinda belakangan ini tidak hanya membawa gerah, tetapi juga ancaman nyata dari bawah semak dan tumpukan barang. Fenomena alam ini memaksa hewan melata, terutama ular kobra yang mematikan, keluar dari habitat aslinya demi mencari tempat yang lebih sejuk.
Ironisnya, pencarian suhu dingin ini justru membawa mereka masuk ke jantung permukiman warga, memicu rentetan insiden berbahaya yang menelan korban jiwa dalam waktu yang berdekatan.
Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, yang akrab disapa Jokis, mengungkapkan kekhawatirannya atas meningkatnya laporan kemunculan ular di lingkungan penduduk. Menurutnya, suhu ekstrem menjadi pendorong utama reptil berbisa ini menelusup ke rumah-rumah warga. Dampaknya pun fatal; dalam kurun waktu dua hari saja, tepatnya pada 28 dan 29 Maret, dua orang harus dilarikan ke ruang perawatan intensif RSUD AW Sjahranie setelah berhadapan langsung dengan sang predator melata.
Nasib nahas pertama menimpa seorang relawan yang justru terkena gigitan saat berupaya melakukan evakuasi ular. Tak berselang lama, korban kedua menyusul dari kalangan warga sipil yang terkena semburan bisa kobra tepat di bagian wajah—sebuah serangan yang sangat berbahaya jika tidak segera ditangani secara medis. Insiden ini menjadi pengingat keras bahwa kobra tidak hanya mengandalkan taring, tetapi juga kemampuan menyemprotkan racun dari jarak jauh yang dapat menyebabkan kebutaan hingga luka serius.
Menyikapi situasi yang kian mengkhawatirkan ini, relawan ITS mengimbau masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan, terutama saat membersihkan saluran air atau tumpukan barang yang jarang tersentuh. Jokis menegaskan agar warga tidak sekali-kali mencoba menangani ular berbisa secara mandiri tanpa keahlian dan peralatan yang memadai. Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga koordinasi cepat dengan pihak berwenang atau relawan terlatih menjadi kunci utama untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut di tengah musim panas yang menyengat ini.(*)
Editor : Indra Zakaria