Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Panas di Klub Terbawa ke Timnas

izak-Indra Zakaria • Rabu, 13 November 2019 - 18:19 WIB

BURTON-ON-TRENT  – Amarah winger Manchester City Raheem Sterling masih ada di ubun-ubun. Bayang-bayang jalannya pertandingan kala The Citizens kalah 1-3 oleh Liverpool pada matchday ke-12 Premier League di Anfield Senin (11/11) masih wira-wiri kepala Sterling.

Apalagi klub yang mengalahkan Sterling kali ini adalah mantan klubnya. Histori kepergian Sterling dari Liverpool musim panas 2015 dari Anfield juga tak baik-baik. Mulai tudingan pemain mata duitan sampai pemain pemburu kejayaan. Jadi, makin panaslah hati Sterling ketika bertemu bek Liverpool Joe Gomez di kantin markas tim nasional Inggris St George's Park kemarin (12/11).

Menurut penuturan salah satu saksi di kantin kepada Sky Sports, saat Sterling melintas Gomez memang sedang tertawa. Namun yang jadi bahan guyon Gomez dan rekan-rekannya bukan soal kemenangan 3-1 Liverpool atas City sehari sebelumnya.

Namun hati Sterling terlanjur panas. Apalagi di akhir pertandingan Senin lalu, tepatnya menit ke-87, Gomez dan Sterling sempat terlibat gesekan. Gelap mata, Sterling berusaha memiting leher Gomez sebelum kemudian dipisah oleh rekan-rekan timnas keduanya.

"Saya kira Sterling hanya bercanda ketika merangkulkan tangannya ke leher Joe (Gomez). Mereka sebetulnya adalah rekan baik," kata salah satu pemain Inggris kepada Sky Sports. Ketika Sterling mengkampanyekan antirasisme, Gomez salah satu yang mendukung.

Dalam jepretan The Guardian pada sesi latihan The Three Lions kemarin insiden di kantin timnas Inggris itu meninggalkan jejak di wajah Gomez. Di bagian bawah mata kanannya terdapat tanda luka menggores sekitar lima sentimeter.

Nah, untuk insiden tersebut maka pelatih Inggris Gareth Southgate menghukum Sterling dengan absen di laga versus Montenegro Jumat (15/11) dini hari mendatang. Baru melawan Kosovo Senin (18/11) mendatang pemain 24 tahun itu bisa bermain.

"Kami berada di cabang olahraga dimana emosi sangat mendominasi dan saya mengakui jika emosi menang atas diri saya kali ini. Kami berdua, Joe dan saya, sudah bertemu dan berembug tentang apa yang terjadi," tulis Sterling di Instagram. "Kami sepakat menepikan masalah ini untuk Inggris dan melupakan pertikaian," tambah pemain kelahiran Kingston Jamaika itu.

Laga panas antara Liverpool dan Manchester City. Tampak Gomes dan Sterling terlibat insiden di lapangan. Insiden ini berlanjut di kantin timnas Inggris yang berujung pada luka di wajah Gomes. 

Sebetulnya insiden pertikaian antarpemain timnas Inggris bukan hal baru. Pada era awal 2000-an sampai pertengahan para pemain Inggris saling memisahkan diri. Mereka cuma mau berteman dengan rekan seklubnya.

Daily Mail membeberkan testimoni beberapa mantan pemain timnas Inggris seperti Rio Ferdinand, Gary Neville, Frank Lampard, dan Steven Gerrard soal kondisi internal timnas.

Ferdinand berkata kejayaan dan nama besar klub telah membutakan mereka tentang bagaimana mencapai sukses bersama timnas. Ego di klub lebih mengemuka daripada kepentingan timnas.

"Hal itu membutakan semua hal dan saya katakan ego itu membunuh tim Inggris dan generasi emas awal 2000-an. Tahun ini kami berjibaku dengan Liverpool berebut titel, setahun kemudian melawan Chelsea," tutur Ferdinand.

Karena itu, Ferdinand mengatakan lebih baik menjaga jarak dan berkumpul dengan sesama pemain United di Inggris. Sampai-sampai, Ferdinand menghindari jalan bersama ke ruang ganti bersama pemain Inggris seperti Frank Lampard, Ashley Cole, John Terry, atau Joe Cole yang merupakan pemain Chelsea. Atau Steven Gerrard dan Jamie Carragher yang berasal dari Liverpool.

Gerrard mengatakan kadang merasa iri dengan rekan seklubnya yang selalu bergembira pasca bergabung dengan timnasnya. Pelatih Rangers itu menuturkan bagaimana Coutinho selalu datang ke markas Liverpool dengan muka berseri-seri dan bercerita betapa jeda internasional ada momen penyegaran diantara penat kompetisi domestik atau Eropa yang diikuti.

"Saya kira dalam timnas relasi yang terbangun adalah saling hormat antarpemain yang ada. Bukan relasi kedekatan yang penuh emosional terjadi antara kami semua di timnas Inggris saat itu," kata Gerrard.

Lampard mengatakan situasi pemain timnas senior Inggris ini memang kasus spesial. Negara-negara seperti Jerman dan Spanyol mencoba 'menyatukan' pemain dengan membangun tim berdasar tim junior.

"Kalau kesolidan dibangun sejak kelompok umur maka biasanya di level senior meski berbeda klub maka komunikasi lebih cair. Inggris mencoba namun seorang pemain yang bersinar di kelompok umur tak selalu cemerlang di kelompok senior," tutur Lampard.

Sementara itu, pertentangan Sterling dan Gomez di timnas ini ramai dibahas oleh warganet. Menurut @LauraRebelSolo selisih paham Sterling dan Gomez ini mengingatkan pada tokoh serial Lord of The Rings (LoTR). "Pertentangan Sterling dengan Gomez mirip Frodo sedang menantang Gandalf,".

Sterling yang bertinggi badan 1,7 meter diibaratkan Frodo, hobbit yang imut dalam LoTR. Sementara Gomez berpostur 1,88 meter dimiripkan dengan Gandalf. Atau sosok penytihir imajiner di LoTR. (dra)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa