LIVERPOOL– Ketika Mauro Silva dipecat oleh Everton pada matchweek 15 (4/12), Seamus Coleman dkk duduk di posisi 18 atau peringkat degradasi Premier League. Masuknya caretaker Duncan Ferguson yang kemudian disambung Carlo Ancelotti sebagai pelatih maka The Toffees terkerek naik dan kini ada di posisi sembilan.
Dalam tujuh matchweek Premier League bersama Don Carlo, julukan Ancelotti, cuma Manchester City dan Pep Guardiola yang bisa menang atas Everton. Setelah menaklukkan Burnley (26/12), Newcastle (28/12), Brighton & Hove Albion (12/1), dan Watford (1/2), Everton mengincar poin ketika menjamu Crystal Palace di Goodison Park malam ini (siaran langsung TVRI Nasional/TVRI Sport HD/Mola App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming pukul 19.00 WIB)
"Saya rasa kami terus mencoba dan bersaing untuk masuk papan atas atau mencapai zona Liga Europa musim depan. Saya rasa kami mampu menjaga fokus dan kestabilan seperti saat ini maka enam besar di akhir musim akan kami dapatkan," ucap Ancelotti dikutip Daily Mail.
Optimisme merangsek zona Eropa juga lahir dari bek Everton Lucas Digne. Dalam wawancara dengan Talk Sport kemarin (7/2) mengatakan masuknya Ancelotti sebelum paro musim berjalan memberikan dampak besar. Dengan label tiga trofi Liga Champions sebagai pelatih dan dua trofi saat jadi pemain, semua pemain menaruh respek pada Don Carlo.
"Sejak kedatangannya semua hal di klub ini seperti dibangun ulang dan kami pun yakin jalan seperti apa yang sedang dibangun klub ini. Konfidensi kami yang sempat hilang kini bersemi lagi dan perbaikan ini butuh waktu," ujar Digne.
Bek asal Prancis itu kemudian bicara soal metode latihan Don Carlo yang sebetulnya tak banyak berbeda dengan apa yang dilakukan Silva. "Namun dengan pendekatan personal kepada setiap pemain di tim ini, kami lebih fokus dan konsisten di setiap pertandingan," tutur Digne.
Mantan pelatih Everton Sam Allardyce mengatakan peningkatan statistik Everton sejak dipegang Don Carlo tak bisa dibohongi. Mulai gol per laga, tembakan per laga, angka kebobolan per laga, persentase penguasaan bola, hingga poin per laga lebih baik era Don Carlo dibandingkan periode Silva.
Jika era Silva rata-rata gol per laga di Premier League 1,32 maka naik jadi 1,57 saat Don Carlo memegang kendali. Garang di depan, kokoh juga di belakang. Pada era Silva rata-rata angka kebobolan 1,38 maka di tangan Don Carlo ditekan menjad 1,14 gol.
"Pelatih-pelatih Italia selalu mengedepankan filosofi bertahan dan itu menjadi catatan sukses buat mereka. Namun dengan pengalaman berdekade sebagai pelatih bukan skema bertahan saja yang difokuskan, lini depan juga ditajamkan," kata Allaydyce kepada Daily Mail. (dra)
Editor : izak-Indra Zakaria