Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Squash Tiadakan Latihan Pagi

Eko Pralistio • Kamis, 14 Maret 2024 - 19:15 WIB

 

TETAP BERJALAN: Tim squash menjalani latihan malam di kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda.
TETAP BERJALAN: Tim squash menjalani latihan malam di kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda.
 

SAMARINDA—Tim squash Kaltim tak ingin menyia-nyiakan waktu latihan selama pemusatan latihan daerah (pelatda) yang diselenggarakan KONI Kaltim. Meski dihadapkan dengan bulan Ramadan, sebagian atlet menjalani ibadah puasa, perubahan jadwal dan pendekatan latihan menjadi pilihan yang tepat.

Pada hari-hari biasa, mereka menjalani latihan pagi dan sore. Saat pagi, fokus mereka adalah pada penguatan fisik, sementara saat sore, fokus bergeser ke aspek teknik. Tempat latihan mereka berada di GOR Kadrie Oening, Samarinda. Namun, mulai kemarin (13/3), jadwal dan penekanan latihan telah mengalami perubahan.

 "Kami telah meniadakan latihan pagi. Sementara itu, pada waktu sore kami memberikan beberapa sesi teori," ucap Manajer Squash Kaltim, Jhony Marten Londong.

Setelah menyampaikan teori yang berkaitan dengan teknik dan kebugaran, para atlet squash akan melanjutkan latihan malam. Jadi, setelah melaksanakan salat Tarawih, para atlet akan mempraktikkan teori yang telah mereka terima.

 "Latihan biasanya berakhir sekitar pukul 21.00-22.00 Wita. Harapannya, meskipun waktu latihan singkat, tetap memberikan dampak yang signifikan," jelasnya.

Pada sesi latihan malam, fokus utama mereka adalah pada aspek teknik. Hal ini bertujuan memastikan bahwa kualitas permainan bola mereka optimal dan tidak menguras energi secara berlebihan. Pasalnya, dalam PON sebelumnya, tim squash Kaltim telah menghabiskan terlalu banyak energi.

"Memainkan bola terlalu cepat juga berdampak pada pengurasan energi yang besar, sehingga saat lawan menyerang kembali, kami kesulitan menghadapinya," tambahnya.

Oleh karena itu, pengelolaan energi dianggap krusial. Sebab, proses pengeluaran energi dapat memengaruhi hasil yang diperoleh pada waktu tertentu. "Kami ingin memastikan bahwa para atlet merasa lebih rileks. Hal ini juga berkaitan dengan pengeluaran energi yang harus sesuai dengan target yang diinginkan," pungkasnya.(tom/k16)

 

EKO PRALISTIO

pralistioeko@gmail.com

Editor : Indra Zakaria
#KONI kaltim