Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Ada Ratusan Anak Balikpapan Alami Gangguan Mata Akibat Keseringan Main Gedget

Wawan-Wawan Lastiawan • Sabtu, 9 November 2019 - 14:15 WIB
-
-

BALIKPAPAN- Jangan sepelekan anak-anak yang gemar bermain gadget atau handphone android.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang menyatakan jika ada sekitar 120 anak di Balikpapan mengalami gangguan pada matanya akibat terlalu banyak bermain gedget, rupanya dibenarkan oleh pihak rumah sakit yang banyak mendapatkan kunjungan pengobatan.

 

Rizal yang meninjau jalannya kegiatan belajar diluar kelas saat Hari Anak Internasional di SD KPS Balikpapan menyatakan, jika di RSPB (Rumah Sakit Pertamina Balikpapan) selama satu bulannya menangani ratusan anak dengan keluhan mata.

 

"Anak-anak kalo bisa kurangi bermain gedgetnya. Sayangi matanya. Di RSPB ada ratusan anak yang harus diobati lantaran terlalu sering bermain gesget," ujar Rizal saat menyampaikan pesan kepada murid SD KPS Balikpapan, Kamis (7/11/2019).

 

Saat media ini mengkonfirmasi ke RSPB, ternyata hal tersebut benar adanya. Bahkan Dokter Spesialis Mata RSPB Dr Lilik Sujarwati menjelaskan, jika dalam sebulan terdapat ratusan anak mulai dari TK atau Play Group hingga SD dan SMA/SMK yang menjadi pasiennya.

 

"Seratusan itu ada anak-anak kecil. Sehari kunjungannya aja 50 anak, kalau weekend bisa sampai 90an. Mereka keluhannya Computer Vision Syndrome (CVS). Kalau sebulan itu cukup banyak ya, apalagi setahun ini," jelasnya.

 

Lanjut Lilik, anak-anak yang mengalami gangguan pada matanya ini karena kebanyakan orang tua tidak ingin diganggu atau disibukkan oleh sang anak. Sehingga mengambil jalan pintas memberi hiburan melalui gedget tersebut.

 

"Ini supaya nggak mau ribet ya, dikasih gadget supaya diem. Tapi kadang kan berlebihan jadi anak asik sendiri," ujarnya.

 

Sejauh ini keluhan yang dialai oleh anak-anak tersebut adalah melihat sesuatu benda yang jaraknya jauh atau dekat menjadi sakit pada bola matanya.

 

"Jadi keluhannya anak itu matanya jadi sakit karena melihat terlalu dekat. Efeknya itu gangguan refreaksi, anak itu butuh kacamata, jadi kemampuan bacanya itu nggak sampai 100 persen, cuma 70 persen bahkan ada yang sampai 40 persen aja," tambahnya.

 

Penanganan yang di lakukan oleh pihaknya pun saat ini hanua bisa memberi kacamata dan obat tetes mata agar bisa segar dan tidak mudah capek.

 

"Ada aturannya main gadget itu 20:20. Jadi 20 menit kita main gadget, 20 detik kita istirahatkan mata dari jarak pandang yang dekat. Misalnya selesai main gadget selama 20 menit, itu stop lalu lihatlah pandangan yang jauh-jauh minimal enam meter," ujarnya.

 

Untuk itu orang tua diminta untuk bisa menjaga anak-anaknya agar tidak semudahnya memberikan gedget. Khususnya bagi anak-anak usia dini.

 

"Kalau saya pola nya itu anak jangan dikasih gadget dulu bagi yang masih usia dini. Ada pola nya, misalnya hari Senin sampai Jumat itu nggak boleh dipegangi gadget, tapi kalau weekend nggak masalah karena kan weekend juga. Jadi hari Senin sampai Jumat itu biar motoriknya yang bermain," tutup Dr Lilik Sujarwati.

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan