Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Nyeseek..! 40 Pegawai PDAM Rame-Rame Berangkat ke Bogor saat Pelayanan Air Masih Sering Ngadat

Wawan-Wawan Lastiawan • Jumat, 5 November 2021 - 21:07 WIB
Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud melakukan sidak di kantor PDAM di Jl Ruhui Rahayu, Jumat (5/11).
Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud melakukan sidak di kantor PDAM di Jl Ruhui Rahayu, Jumat (5/11).

BALIKPAPAN- Rencana sekitar 40 pegawai PDAM terdiri dari Direksi, Kabag,Kasubag dan staf berangkat ke Jakarta dan selanjutnya ke Bogor mendapat sorotan dari warga Balikpapan.

Karena, di tengah pandemi Covid 19 dan pelayanan air bersih yang sering ngadat dirasakan warga Balikpapan dilihat sangat tidak mencerminkan keadilan. Beberapa daerah di Balikpapan akhir-akhir ini merasakan dampak air tidak mengalir normal. 

Saat di konfirmasi awak media terkait hal tersebut. Direktur Utama PDAM Tirta Manggar Kota Balikpapan Haidir Effendi membenarkan keberangkatan 40 pegawai PDAM akan berangkat ke Jakarta dan selanjutnya agenda ke Bogor.

Dari 40 pegawai PDAM yang ikut serta berangkat diantaranya Direksi,Kasubag,Kabag dan Staf PDAM Tirta Manggar.

“Saya tidak ikut berangkat ke Bogor untuk kegiatan pertandingan Futsal,karena saya tidak bisa main sepakbola. Keberangkatan jajaran PDAM adalah program Kopri,” kata Haidir usai mendampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad MAsud yang melakukan sidak di kantor PDAM yang terletak di Jl Ruhui Rahayu.Jumat (5/11).

Haidir menjelaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan 40 pegawai PDAM berangkat untuk kegiatan olahraga di Bogor. Karena dirinya memberikan support untuk mereka.

”Saya men-support dan mengizinkan mereka berangkat. Dikarenakan keberangkatan baru dibuka,” tegasnya.

Saat disinggung, terkait pelayanan air bersih PDAM untuk masyarakat yang banyak dikeluhkan masyarakat Balikpapan seperti air bersih biasa setiap hari normal mengalir di beberapa wilayah, namun kenyataannya hanya malam mengalir. Bahkan air yang hanya malam hari mengalir, namun tidak mengalir sama sekali selama dua bulan terakhir.

Haidir mengaku, pelayan air bersih tentunya salah satu prioritas visi dan misi Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud. Namun, setiap tahun angka pelanggan yang mendaftar PDAM kian meningkat. 

“Setiap tahun jumlah penambahan pelanggan baru PDAM mencapai 3.500 pelanggan. Sehingga, dengan jumlah pelanggan bertambah dan air baku tidak semakin menambah, namun air baku semakin mengalami penurunan, sehingga berimbas kepada pelayanan air bersih kepada masyarakat yang tidak merata,” tegasnya.

Haidir mencontohkan, air baku yang ada di Kampung Baru dapat mengalirkan air bersih ke masyarakat sekitar 25 liter per detik, namun kenyataanya hanya 19 liter perdetik.

Salah satu warga Balikpapan terletak di Kawasan Telindung RT 07 Kelurahan Muara Rapak Balikpapan Utara, Zainal Abidin. Zainal menjelaskan, dirinya telah menjadi pelanggan PDAM sejak 32 tahun lalu.

Selama 32 tahun air mengalir lancir dan kini sudah hampir 5 bulan air bersih tidak mengalir bahkan mengalir di malam hari. “Kami meminta keadilan ke pemerintah kota untuk dapat menyelesaikan permasalahan ini. Sedangkan, RT yang tidak jauh dari rumahnya, air mengalir dengan lancar,” tegasnya.

Komentar lainnya diberikan pelanggan PDAM lainnya, Erwin Parasito S.Psi. Menurutnya, keberangkatan 40 pegawai PDAM sangat bertolakbelakang dengan kondisi pelayanan air bersih saat ini. "Sangat tidak adil. Air masih sering bermasalah malah berangkat-berangkat rombongan. Selesaikan dulu keluhan pelanggan. Ini ibarat bersenang di atas penderitaan orang banyak," kata Erwin. 

Warga RT 21 Inpres 1 Gang Liverpool, Muara Rapak, Balikpapan ini mengeluhkan di rumahnya sudah hampir mau 2 bulan air PDAM tidak mengalir sama sekali.

Padahal ia sudah melaporkan ke bagian pengaduan pelayanan. Hingga sekarang tidak ada juga perubahan.  'Sudah laporan lewat hotline pengaduan, tapi tidak ada solusi. Tidak ngalir juga," kata Erwin.

Ia mengatakan, kawasan Inpres 1 Gang Liverpool ini sudah puluhan tahun air PDAM tidak pernah mengalir di siang hari. Selalu mengalir di atas jam 12 malam. "Warga di sini sampai legowo air mengalir tengah malam. Padahal tidak bisa begitu. PDAM inikan perusahaan daerah pelayanan air bersih. Tiap bulan kami pelanggan bayar normal. Masa selama puluhan tahun itu tidak ada pembenahan atau perbaikan. Kalau mereka bilang ada masalah teknis, ya apa solusinya untuk warga. Bukan kasih jawaban seperti itu terus ke pelanggan," kata Erwin.

Erwin meminta, PDAM harus segera memikirkan solusi. Ia dan warga lain kecewa pelanggan telat bayar didenda beberapa persen bahkan sampai ke tahapan pencabutan meteran.

Sedangkan ketika pelayanan air bersih sering ngadat, warga diminta bayar tepat waktu dan tetap membayar normal setiap bulan. "Okelah kalau kami legowo tengah malam saja ngalir. Ya tapi ngalir terus tiap malam. Bukan tidak mengalir sampai dua bulanan. Kami berharap air ngalir normal dan deras," kata Erwin. (pro/one) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan