MALINAU – Masyarakat Malinau Kota menaruh harapan besar kepada pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) nomor urut 3, Drs. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum dan Dr. Yansen TP, M.Si untuk melakukan perubahan di Kaltara. Karena, mereka merasa belum merasakan sentuhan pembangunan dari Provinsi Kaltara selama terbentuk.
“Saya mewakili beberapa suara warga, kami di sini berharap ketika nanti bapak menjabat sebagai Wakil Gubernur supaya bapak bisa memperhatikan, baik pembangunan, ekonomi serta pendidikan khususnya di Malinau,” ujar M. Luthfi, salah seorang tokoh pemuda yang menyampaikan aspirasi pada kampanye tatap muka dan dialog pasangan Zainal-Yansen, yang dihadiri oleh Cawagub Yansen TP, Rabu (28/10) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Malinau Kota.
Luthfi menganggap belum ada sentuhan pembangunan oleh pemimpin Kaltara yang sekarang, khususnya untuk Kabupaten Malinau. “Jadi harapan kami itu pak. Mungkin ketika bapak nanti menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltara supaya bisa memperhatikan khususnya Malinau ini pak,” harapnya.
Terkait keinginan masyarakat untuk perubahan di Kaltara, Yansen menegaskan bahwa majunya dirinya bersama Zainal A. Paliwang sebagai cagub dan cawagub Kaltara pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini sebagai panggilan hati untuk melakukan perubahan dalam mewujudkan Kaltara yang maju dan sejahtera, dengan kekuatan kabupaten dan kota yang ada di Bumi Benuanta. “Sekarang menjadi pegangan kami adalah mewujudkan pembangunan Kaltara yang berubah untuk maju dan sejahteranya semua elemen masyarakat hingga ke tingkat terbawah,” ujar Yansen TP di hadapan masyarakat Malinau Kota yang menghadiri kampanyenya.
Pasangan yang punya tagline “Kaltara Rumah Kita” ini tak hanya sekadar di mulut melakukan perubahan. Perubahan yang ingin mereka lakukan adalah mengubah pola kepemimpinan dan pembangunan yang ada sekarang. Karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan awal pembentukan Provinsi Kaltara. “Kenapa harus berubah?Nah ini yang saya kira catatan kecil dari yang disampaikan oleh adik (M.Luthfi) kita tadi. Kami tidak begini, kami belum tersentuh pembangunan dari provinsi,” kata Bupati Malinau yang sedang cuti kampanye ini.
Yansen menjelaskan, fenomena pembangunan Kaltara sekarang ini, karena kabupaten/kota membangun. Masyarakat kabupaten/kota yang ada di Kaltara merasakan pembangunan karena memang kabupaten/kota yang membangun, namun dari provinsi belum kelihatan dan kalaupun ada masih dirasa sangat kecil.
Oleh sebab itu, Yansen menegaskan pemekaran Provinsi Kaltara boleh dirinya katakan,khususnya dalam lima tahun terakhir belum berdampak baik untuk masyarakat Kaltara. Karena sejak awal tujuan terbentuknya Kaltara diharapkan harus berdampak besar, sebab terbentuknyaKaltaramemang diperjuangkan untuk kepentingan rakyat Kaltara. “Itu tekad kita dan untuk itulah bapak ibu dan saudara sekalianharus dilakukan perubahan,” tegas Yansen TP. Perubahan itu dengan memperkuat kabupaten dan kota membangun wilayahnya masing-masing dengan dukungan pemerintah provinsi.
Provinsi itu, katanya, membangun untuk rakyat. Rakyat yang ada di provinsi berada di kabupaten dan kota. Karena itulah lima kabupaten dan kota yang merupakan pilar provinsi harus diperkuat dengan segala daya dan upaya. “Zainal-Yansen bertekad akan menggelontorkan dana untuk memperkuat pembangunan di setiap kabupaten/kota. Itu yang kami lakukan,” janjinya. (ags/adv)
Editor : anggri-Radar Tarakan