BALIKPAPAN - Perampokan yang terjadi di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Mekar Sari, Balikpapan Tengah, beberapa waktu lalu, benar-benar bengis.
Bukan hanya menguras harta benda korban. Pelaku juga melukai serta melecehkan korbannya. Bahkan, yang tak tau malunya lagi, pelaku yang belum terungkap identitasnya itu makan di rumah korban.
Ditemui Prokal.co (media online Kaltim Post Group) di rumahnya pada Jumat (1/3) siang, SH (35), korban kejahatan ini, membeberkan peristiwa yang menimpanya.
Rabu (27/2) lalu, sekira pukul 03.00 Wita, cerita SH, ia tengah terlelap tidur bersama anaknya, JN (10), di dalam kamarnya.
Semua penarangan di dalam rumahnya dimatikan. Sehingga kondisi rumah gelap gulita. "Saat itu saya berdua aja sama anak di rumah. Suami saya kerja di luar daerah," cerita SH didampingi suaminya, SP (35), saat ditemui media ini dikediamannya.
Tiba-tiba, seorang pria dengan muka ditutupi kain, hanya mata yang terlihat, masuk ke dalam kamar. Berdasarkan pengamatan SH, si pria itu berperawakan kurus berkulit hitam legam. Ia mengenakan celana jins biru pendek dan kaos hitam ketat lengan pendek. Diyakininya, pria itu berusia muda.
"Entah dari mana masuknya, saya enggak tahu. Karena perasaan saya, semua pintu dan jendela sudah terkunci," urai ibu rumah tangga itu.
Berhasil masuk, si pria langsung menodongkan senjata tajam (sajam) sepanjang sekitar 20 sentimeter ke wajah SH. Seketika itu SH langsung berdiri. "Pas ditodong pisau, dia (pelaku) bilang, diam, diam, tiarap," lanjutnya.
Ditodong sajam disertai ancaman membuat SH dan anaknya ketakutan. Mereka pun menuruti permintaan si pria. Di lantai kamarnya, SH dan anaknya tiarap.
Kemudian oleh pelaku tangan SH dan anaknya diborgol besi. Mulut mereka disumpeli kain agar tak bersuara. Tak hanya itu. Mata SH dan anaknya turut diikat kain.
Berhasil membuat penghuni rumah tak berkutik, pelaku kemudian menggeledah seisi rumah SH. Semua sudut ruangan dijamak. Namun belum ada barang yang diambil. "Terus dia tanya sama saya, di mana kamu simpan barang-barang berharga. Saya cuma geleng-geleng kepala," bebernya sambil menirukan ucapan pelaku.
Karena SH dianggap tak mau memberi tahu, membuat pelaku menjadi beringas. SH diseret-seret keluar kamarnya untuk menunjukan barang berharga. Hal ini membuat baju daster yang dikenakan SH robek.
Melihat baju SH robek ini membuat pikiran jahat pelaku semakin menjadi-jadi. Pelaku pun melakukan pelecehan seksual kepada SH. "Baju saya dirobekin semua pakai pisaunya," sebutnya.
SH pun semakin ketakutan. Agar hal yang lebih mengerikan tak menimpa dirinya, SH kemudian menunjukan kunci sepeda motor yang tergantung di dinding rumahnya.
Pelaku pun mengambil kunci tersebut. "Yang ada dipikiran saya itu, enggak apa dia ambil barang saya. Yang penting saya dan anak saya selamat," ceritanya.
Namun bukan tanpa perlawanan. Saat pelaku merobek pakaian, SH memberontak. Namun kekuatan SH kalah kuat dengan pria muda itu.
Apalagi pelaku memukul muka SH sekuat tenaganya. Hal ini membuat SH benar-benar tak berdaya. "Dua kali dia pukul muka. Kuat sekali. Sampai sekarang, kalau pas ngunyah terasa sekali sakitnya," ungkapnya.
Lantaran tak menemukan barang berharga, pelaku kemudian merampas kalung emas dan sepasang anting-anting emas yang terpasang di badan SH. Selain itu, pelaku juga mengambil uang tunai Rp 350 ribu dan smartphone Samsung J2.
Jika dirupiahkan, sebut SH, total, pelaku berhasil membawa kabur hartanya senilai lebih Rp 7 juta. "Dia juga merampas sepasang anting-anting emas ditelinga anak saya," sebutnya.
Usai mencuri, melecehkan, serta melukai SH, pelaku kemudian makan dan minum yang tersedia di dapur rumah SH. "Makan kates dia," tambahnya.
Setelah puas, pelaku kemudian ke luar lewat pintu utama rumah SH. Menurut SH, sih pelaku terdengar sedang berbicara dengan seseorang yang diduga rekan pelaku di depan rumahnya. Setelah itu pelaku kabur menuju Jalan RE Martadinata, tanpa membawa sepeda motor milik SH.
"Tangan anak saya 'kan kecil. Jadi setelah dia kabur, anak saya bisa melepaskan borgol ditangannya, kemudian melaporkan ke tetangga. Enggak lama, lima menit saja, rumah saya sudah dipenuhi warga," tuturnya. "Sekitar satu jaman lah pelaku di rumah saya," imbuhnya.
SH mengaku jika pelaku yang masuk ke rumahnya itu tidak asing baginya. "Dari suaranya dan tato di lengan kirinya, saya kayak ngenalin," bebernya.
Suami mana yang tak naik pitam jika istri dan anaknya jadi korban kejahatan. Mengetahui istrinya dilecehkan dan disakiti, membuat suami korban, SP, marah besar. Dia meminta kepada kepolsian untuk segera mengungkap kasus ini. "Yang saya enggak terima, dia sakiti istri saya. Kalau barang-barang masih bisa dicari," geramnya.
Menurut SP, pencurian disertai kekerasan di daerah rumahnya bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, dia berharap semoga kepolisian bisa segera menangkap pelaku.
Dikonfirmasi sebelumnya, Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Fitra, membenarkan kejadian ini. Kata Wiwin, kasus ini telah diselidiki pihaknya.
"Kami sudah menggelar identifikasi, mengambil sidik jari pelaku, dan memeriksa saksi-saksi. Saat ini tim opsnal kami sedang lidik di lapangan terkait kasus ini," kata Kapolres saat ditemui di Makodam VI/Mulawarman, Kamis (28/2) siang. (sur/pro/one)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan