BALIKPAPAN - Pihak manajemen Sriwijaya Air memberikan klarifikasi mengenai penumpang pesawat Sriwijaya Air, bernomor SJ 175, yang batal terbang pada Selasa (9/4) siang.
Diberitakan sebelumnya, sebagian dari penumpang SJ 175 tujuan Balikpapan-Banjarmasin batal terbang, kemarin. Mereka lalu meminta pengembalian uang tiket 100 persen kepada Station Sriwijaya Air di Bandara Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Balikpapan. Namun pihak Sriwijaya Air tak bisa memenuhi permintaan penumpang itu seutuhnya.
Kepada awak media, Station Manager Sriwijaya Air Bandara SAMS, Roy Watulingas, membenarkan, jika pihaknya tidak akan mengganti uang tiket penumpang itu 100 persen.
Pihaknya hanya akan mengganti 10 persen dari harga tiket yang dibeli oleh punumpang. "Ini keputusan dari manajemen (Sriwijaya Air) pusat. Bukan dari kami," katanya, Rabu (10/4) siang.
Sedangkan soal beredarnya kabar manajemen Sriwijaya Air akan mengganti 100 persen, Roy membantah hal tersebut. Menurutnya, pihaknya tidak pernah menyatakan akan mengganti uang tiket 100 persen. "Itu dari penumpang minta diganti 100 persen, bukan dari kami," terangnya.
Soal alasan pengembalian 10 persen ini dijelaskan oleh Branch Manager Sriwijaya Air Cabang Balikpapan, Henrico Fernando.
Menurut Henrico, pengembalian 10 persen ini dikarenakan pembatalan penerbangan dilakukan oleh pihak penumpang, bukan dari pihak Sriwijaya Air.
"Delay itukan biasa. Kalau pesawat bermasalah, ya, kami harus melakukan perbaikan dulu. Setelah dinyatakan layak terbang pesawat boleh lanjut," katanya ditemui dikantornya.
"Inikan pesawat sudah dinyatakan layak terbang, dan terbukti pesawat aman-aman saja sampai di Banjarmasin," imbuhnya.
Dijelaskan Henrico, penumpang yang membatalkan penerbangan ini ada 97 orang. Tiga diantaranya masih berusia balita.
Sedangkan penumpang yang melanjutkan perjalanannya ke Banjarmasin ada 40 orang. "Total, semua ada 137 penumpang," jelasnya.
Selain pengembalian 10 persen, Henrico menambahkan, pihaknya juga menyediakan tiket baru dengan tujuan yang sama untuk penumpang yang batal itu. Namun tak gratis.
Penumpang harus membayar setengah harga dari harga total tiket. Penumpang juga diwajibkan membawa tiket yang dibatalkan sebagai tanda bukti penumpang SJ 175. "Potongan setengah harga ini hanya berlaku satu minggu, terhitung sejak kemarin," jelaanya. (sur/pro/one)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan