Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tokoh Long Bentuq Harap Kemitraan PT SAWA Segera Direalisasikan

Wawan-Wawan Lastiawan • 2021-01-30 12:35:52
-
-

SANGATTA - Masyarakat Desa Long Bentuq Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur menyambut baik kemitraan yang ditawarkan PT Subur Agung Wana Abadi (SAWA) dan PT Hamparan Perkasa Mandiri (HPM). 

Warga meyakini, kemitraan bisa meningkatkan kondisi ekonomi yang saat ini serba terbatas. Demikian disampaikan Pendeta Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Desa Long Bentuq Silwanus Lejiu, kepada media hari ini. 

“Warga tentu antusias dan gembira. Ini yang ditunggu-tunggu sejak lama sebagai bentuk perhatian perusahaan kepada masyarakat,” kata Silwanus, yang baru-baru ini juga terpilih sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Long Bentuq. 

Menurut Silwanus, mayoritas warga memang sudah lama menunggu. Apalagi pada 2019-2020, sebenarnya perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut juga pernah menawarkan kemitraan tetapi belum terealisasi. “Penyebabnya ketika itu, karena sebagian warga belum sependapat,” ujarnya.

Manfaat kemitraan, imbuh Silwanus memang sangat besar. Apalagi bersifat jangka panjang, sehingga diharapkan bisa menjamin masa depan warga. “Makanya tepat karena pendampingan berkesinambungan, bukan hanya sekali,” terang dia. 

Selama ini, jelas Silwanus, kondisi ekonomi masyarakat Long Bentuq memang sangat terbatas. Mayoritas tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk memenuhi kebutuhan harian, warga hanya mengandalkan bercocok tanam di lahan atau pekarangan sendiri.

Ketika membutuhkan sayur misalnya, mereka tinggal mengambil dari yang ditanam. “Sedangkan untuk memperoleh uang, warga terkadang menjual hasil produksi dengan menitip di warung-warung," bebernya. 

Memang, kata Silwanus, untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak semua harus dibeli. Kalaupun ada uang yang harus dikeluarkan untuk kebutuhan lain seperti gula dan garam.

Namun tetap saja, dengan kondisi terbatas warga akan sulit meningkatkan taraf hidup. Termasuk investasi, peningkatan pendidikan dan kualitas kesehatan. “Rata-rata tidak bersekolah. Kalau pun ada, maksimal SMP. Padahal pendidikan sangat penting agar warga mampu mengelola aset seperti tanah dengan baik,” ungkapnya. 

Makanya, lanjut Silwanus, kalau kemitraan ini tidak terlaksana, yang rugi adalah masyarakat sendiri. Rencana untuk mengembangkan desa bisa gagal, karena ekonomi tetap terpuruk. Apalagi dalam kemitraan, perusahaan banyak melibatkan ibu-ibu, yang sebagian adalah janda-janda tua. “Tentu tidak kita harapkan. Kita semua tentu ingin ke depan lebih maju dan sejahtera. Program kemitraan ini bagus, tinggal melaksanakan,” tandasnya. 

Terpisah, Yohannes Nykun, warga Long Bentuq juga berharap kemitraan PT SAWA dan PT HPM segera berjalan. Menurut Yohannes, kemitraan sangat baik, karena bisa membantu meningkatkan ekonomi warga. “Kami sangat menunggu,” tutur ia.

Guru SMPN 2 Busang ini menjelaskan, kondisi ekonomi masyarakat Long Bentuq memang masih rendah. Sebagian besar tidak mempunyai penghasilan tetap, hanya menggantungkan dari pertanian yang hasilnya sebagian dipakai untuk konsumsi sendiri. Ada juga warga yang membuat air gula dan kemudian dijual dengan pendapatan yang sangat minim. 

“Pendapatannya masih minus. Rata-rata hanya Rp10 ribu-20 ribu per hari. Uang tersebut habis untuk sehari itu saja, buat beli rokok, gula, beras. Itu pun kalau sedang kerja. Kalau tidak ada kerjaan, warga hanya diam saja di rumah. Untuk itu menurut saya, kemitraan merupakan yang solusi terbaik,” ujarnya. 

Terpisah, Estate Manager PT SAWA Jabeglin Purba menjelaskan, bahwa perusahaan siap melaksanakan kemitraan. Dia berharap, seluruh warga bisa menerima tawaran tersebut. Terlebih, tertundanya rencana kemitraan sebelumnya, karena ada sebagian masyarakat yang belum setuju. “Mari kita bangun kemitraan untuk masa depan desa yang lebih sejahtera,” tutupnya. (*/la)

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#kaltim