TARAKAN - Demi mencapai herd immunity bagi masyarakat Tarakan, Kodim 0907/Tarakan menggelar serbuan vaksin di pekan ini. Pelaksanaan vaksinasi yang dirangkaikan dengan HUT ke-76 TNI ini menyediakan 2.500 vaksin yang akan disuntikkan kepada masyarakat siap menerima vaksin.
Kepada Radar Tarakan, Komandan Kodim 0907/Tarakan, Letkol Inf Reza Fajar Lesmana, S.I.P., M.Si mengatakan bahwa pada Senin (4/10) merupakan hari terakhir pelaksanaan vaksinasi dosis dua bagi masyarakat. Namun dalam minggu ini pihaknya kembali menerima 1.500 vaksin dari pusat yang akan langsung didistribusikan kepada masyarakat yang telah terdata di Kodim 0907/Tarakan.
“Vaksin ini sebetulnya sudah dilaksanakan sejak 2 minggu yang lalu. Totalnya 2.500 terdiri dari vaksin pertama dan kedua,” ungkap Reza.
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini terus digalakkan pihaknya mengingat capaian herd immunity masyarakat di Tarakan yang masih berada di bawah standar capaian vaksinasi nasional. Capaian vaksinasi secara nasional telah mencapai angka 50 hingga 60 persen, namun Tarakan masih berada diangka 31 persen.
Untuk itu, pelaksanaan serbuan vaksin yang dilaksanakan TNI, Polri dan pemerintah diharapkan dapat mencapai angka rata-rata nasional.
“Kita sih maunya kalau bisa 50 sampai 60 persen. Sehingga dengan pertumbuhan kesehatan yang positif sekarang, tingkat terpapar dan yang sembuh juga sudah bagus ditambah pemulihan ekonomi yang membaik, saya berharap PPKM level kita bisa turun,” jelas Reza.
Selama dilaksanakan vaksinasi di Kodim 0907/Tarakan, Reza melihat bahwa pada awalnya masyarakat masih takut untuk menerima vaksin. Namun saat ini antusias masyarakat untuk menerima vaksin sangat besar, bahkan pihaknya telah mendata 5.000 lebih masyarakat yang menyatakan siap vaksin.
Hanya saja, ketersediaan vaksin yang terbatas dibandingkan dengan jumlah masyarakat yang telah mendaftar dikatakan Reza belum dapat terpenuhi. Sehingga pelaksanaan vaksinasi masyarakat umum ini dilakukan secara bertahap.
Reza menginginkan agar daerah perbatasan Indonesia seperti Tarakan dapat menjadi prioritas di luar Jawa-Bali. Sehingga pelaksanaan vaksinasi yang digelar pemerintah dapat direaliasikan tahun ini. Untuk diketahui, pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan di Kodim 0907/Tarakan ini belum menyentuh usia 12 hingga 17 tahun secara serentak. Meski edaran dari Kementerian Kesehatan mengizinkan pelaksanaan vaksinasi bagi usia tersebut, namun pihaknya belum menerima perintah dari tingkat provinsi maupun kota terkait vaksinasi usia pelajar.
“Ini yang kami masih tunggu. Namun untuk keluarga besar TNI (KBT) itu (vaksinasi pelajar) sudah kami laksanakan, karena kami mendapatkan perintah dari pimpinan agar tetap melakukan vaksin di lingkup kami. Namun masyarakat umum (pelajar) belum, tetapi kami meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan edaran agar kami bisa melakukan vaksinasi kepada pelajar,” pungkasnya. (shy/ana)
Editor : anggri-Radar Tarakan