Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kolaborasi Telkomsel dan PT Freeport Indonesia Hadirkan Penerapan 5G Underground Smart Mining Pertama di Asia Tenggara

Wawan-Wawan Lastiawan • Jumat, 2 September 2022 - 22:35 WIB
JADI YANG PERTAMA: Telkomsel dan PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadirkan penerapan 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri juga oleh Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri
JADI YANG PERTAMA: Telkomsel dan PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadirkan penerapan 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri juga oleh Menteri BUMN, Menteri ESDM, Menteri

TEMBAGAPURA– Telkomsel dan PT Freeport Indonesia (PTFI) berkolaborasi menghadirkan penerapan teknologi 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara untukmendukung operasional industri pertambangan di Indonesia. Teknologi 5G Underground Smart Mining dari Telkomsel akan mendukung otomatisasidan kendali jarak jauh untuk meningkatkankeselamatan kerja dan produktivitas pertambanganPTPFI. Penerapan teknologi 5G Underground Smart Mining secara resmi diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo, dan dihadiri juga oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Energi danSumber Daya Mineral (ESDM), MenteriInvestasi/Kepala BKPM, Menteri Sekretaris Negaradi Tembagapura, Papua, Kamis(1/9).  

Menteri BUMN RI Erick Thohir mengatakan, salah satu prioritas Kementerian BUMN adalahmewujudkan kepemimpinan teknologi. “Kalau kitalihat dari kajian Deloitt Internasional di tahun 2021, di mana 5G Mining sudah diujicoba dan ataudigunakan di Amerika Serikat, Swedia, Tiongkokdan Rusia, hasilnya bisa meningkatkan produktivitassampai 25 persen, biaya operasional khususnyapengeboran turun sampai 40 persen dan penghematanenergi sampai 20 persen. Hal ini yang kami minta dancoba benchmarking di seluruh grup Mind-ID, tidakhanya operasionalnya tetapi juga digitalisasinya, agar Mind-ID ke depan sebagai holding industripertambangan bisa terus efisien,” katanya. 

 “Saya yakin, terobosanpemanfaatan 5G Underground Smart Mining yang didukung Telkomsel ini dapat digunakan lebih luaslagi di ekosistem industri pertambangan Indonesia, serta  membuka lebih banyak inovasi baru berbasisteknologi digital di industri pertambangan sehinggamanfaatnya dapat dirasakan masyarakat dannegara,” lanjutnya.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syammenjelaskan, sukses menjadi perusahaantelekomunikasi digital pertama di Indonesia yang menggelar jaringan dan layanan 5G, Telkomsel kinimelanjutkan komitmennya untuk memperkuatekosistem pemanfaatan teknologi 5G yang kali inidiwujudkan dengan dukungan penerapan teknologi5G Underground Smart Mining pertama di lingkungan operasional pertambangan PT Freeport Indonesia. Telkomsel meyakini, penerapan teknologijaringan broadband terdepan 5G akan semakinmemberikan manfaat dan nilai lebih, terutama dalammendukung transformasi sektor pertambangan, yang akan memperkuat kedaulatan digital bangsa melaluiRevolusi Industri 4.0, baik itu melalui otomatisasisektor pertambangan maupun peningkatankapabiltas digital sumber daya manusia.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengutarakan, pengembangan tambang di kedalaman lebih dari 1.500 meter di bawahpermukaan tanah memiliki risiko keselamatan yang tinggi bagi karyawan dan aset perusahaan lainnya, sehingga hal tersebut memerlukan perencanaan yang cermat, penerapan teknologi berkelas dunia, sertapengembangan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni. Penerapan 5G Mining di tambang PTFI akan mendukung perusahaan untuk berkontribusidalam memajukan industri pertambangan Indonesia sekaligus mendukung pergerakan Revolusi Industri4.0 di dalam negeri. 

Penerapan teknologi 5G Underground Smart Mining dari Telkomsel melalui unit bisnis Telkomsel Enterprise di PTFI telah melalui pembaruaninfrastruktur, penguatan jaringan, danpengembangan platform untuk mobile edge computing. Saat ini, Telkomsel telah menggelar 6unit BTS 5G yang menjangkau lokasipertambangan PTFI di wilayah Tembagapura, termasuk area tambang bawah tanah.

Teknologi 5G Underground Smart MiningTelkomsel memungkinkan PTFI memonitor danmencegah risiko kecelakaan kerja melaluioptimalisasi penggunaan kamera yang terhubungdengan kecerdasan buatan. Lebih jauh lagi, jaringanterkoneksi (Hyperconnected Network) kombinasidari Telkomsel Private Network dan Edge Computing dapat menyediakan lebih banyakpemanfaatan kecerdasan buatan untuk perusahaandalam penerapan Smart Mining yang lebih optimal.

Penerapan teknologi 5G Underground Smart Mining dari Telkomsel di tambang PTFI juga telah melaluitahap pembuktian dan pengujian jaringan untukmemastikan teknologi tersebut dapat menjadi solusiterbaik di kegiatan operasional PTFI serta membantuperusahaan dalam digitalisasi pertambangan bawahtanah. Smart Mining sendiri merupakan konsepteknologi terkini untuk mendorong optimalisasipertambangan melalui implementasi teknologi AI (Artificial Intelligence), IoT (Internet-of-Things), Machine Learning, hingga Big Data yang dapatditerapkan dalam operasional sektor pertambangan.

Sejumlah keunggulan penerapan Smart Mining yang didukung teknologi 5G antara lain ketersediaanlatensi yang rendah yang akan mendukung proses monitor aktivitas secara lebih real-time, di manasemua data dapat diintegrasikan untuk menciptakanproses kerja yang lebih aman. Kemudian, aksesjaringan yang lebih cepat untuk pemanfaatan data secara real-time, yang memungkinkan perusahaanuntuk menggunakan data tersebut dalam percepatanpengambilan keputusan sehingga memberikanpengalaman yang lebih baik kepada pengelolapertambangan. Lalu, cakupan jaringan 5G yang lebih luas dengan kapasitas perangkat terhubungyang lebih banyak, sehingga diharapkan dapatmendorong biaya operasional pertambangan yang lebih efisien. 

Prospek penerapan 5G Underground Smart Miningtidak terbatas hanya pada operasional lapangan saja, tetapi juga pada seluruh lini kegiatan perusahaan, mulai dari tahap penelitian, penambangan, pengolahan, penyimpanan, hingga pengapalan.Beberapa solusi dan teknologi yang dapatdikembangkan untuk mendukung Smart Miningantara lain production performance monitoring, remote blasting, asset dan people tracking, drone surveillance dan inspection, video monitoring dan analytic dan lain sebagainya.   

Hendri lebih lanjut menambahkan, 5G Underground Smart Mining juga dapat mendorong penerapanteknologi yang lebih ramah lingkungan, yang mana teknologi jaringan 5G dapat memungkinkanperalatan mampu beroperasi dengan emisi yang lebih sedikit, sehingga dapat mengurangi dampakterhadap lingkungan. Teknologi jaringan 5G jugadipercaya dapat memudahkan operasional di area sulit dijangkau. Sebagai jaringan berteknologiterkini, 5G dapat dioptimalkan untuk menjadi solusidalam memastikan kelancaran operasional yang berada di situs terpencil dengan tantangan geografisdan konektivitas yang unik.

Sukses menjadi perusahaan telekomunikasi digital pertama di Indonesia yang menggelar jaringan danlayanan 5G di Indonesia, hingga kini Telkomsel telah menghadirkan layanan Hyper 5G di sejumlahwilayah yang berada di 39 kota di seluruh Indonesia, dengan dukungan 248 BTS 5G. Sebelumnya, untukpemanfaatan teknologi 5G di sektor industri dankorporasi, Telkomsel juga telah berkolaborasidengan Schneider Electric di kota Batam untukimplementasi 5G Smart Manufacture, dan bersamaPT Jababeka Infrastruktur (Jababeka) untukpenerapan Smart Industrial di Kawasan Jababeka, Jawa Barat.

“Sebagai digital ecosystem enabler, Telkomsel terusberupaya lampaui batas untuk membuka peluangkolaborasi lebih luas dalam mengakselerasikan petajalan transformasi digital para pelaku lintas sektorindustri melalui pemanfaatan teknologi 5G yang lebih komprehensif. Sehingga transformasi digital yang dilakukan dapat juga semakin mendorongpertumbuhan ekonomi digital Indonesia secarainklusif dan berkelanjutan,” pungkas Hendri.

Informasi lebih lanjut mengenai keunggulan solusiSmart Mining dari Telkomsel dapat diakses melaluikanal tsel.me/smartmining. (pro) 

Editor : Wawan-Wawan Lastiawan
#balikpapan