BALIKPAPAN-Arah pembangunan kota di Kalimantan Timur diharapkan selaras dengan proses pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang saat ini tengah berjalan, yakni sebagai kota pintar, hijau dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Danis Hidayat Sumadilaga saat jamuan makan malam peserta Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PII bersama Gubernur Kaltim Isran Noor, di Ballroom Hotel Novotel, Sabtu (21/1) malam.
Sesuai dengan arahan Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa untuk bersinergi dengan PII, mereinventaris pembangunan dan juga penyusunan serta supervisi 40 kota di Indonesia, diharapkan sekian di antaranya ada di Kaltim. Untuk itu PII Wilayah Kaltim akan bersiap penuh, untuk melaksanakan tugas yang telah diamanahkan oleh Menteri Suharso.
“Agar pembangunan kota-kota di Kaltim selaras dengan visi pembangunan IKN yang menjadi identitas bangsa kita ini,” terang pria yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN.
Jamuan makan malam juga ditandai dengan diangkatnya Gubernur Isran Noor sebagai Anggota Dewan Pengarah PII. Pengangkatan Isran Noor tersebut dinyatakan secara langsung oleh Ketua Umum PII, Danis Hidayat Sumadilaga dihadapan ratusan peserta Rapimnas.
Pengangkatan Gubernur Isran sebagai Dewan Pengarah PII, akan semakin memperkuat hubungan serta koordinasi, dengan para insinyur yang ada di Kaltim maupun di seluruh Tanah Air. Terlebih insinyur tidak hanya terdiri profesional yang bekerja di sektor swasta, ada juga yang mengabdikan diri sebagai pegawai negeri, akademisi, periset, bahkan menteri, juga rektor dan banyak profesi lainnya.
Gubernur Isran mengaku senang dengan kehadiran ratusan insinyur yang hadir di Balikpapan. Apalagi, para insinyur ini sudah memberikan dukungan untuk pembangunan IKN.
Isran menjelaskan, pemindahan ibu kota adalah sebuah kebutuhan seluruh rakyat Indonesia. Dikarenakan kondisi Ibu Kota Jakarta, yang lahannya terus mengalami penurunan setiap tahunnya sebanyak 4 sentimeter di atas permukaan laut.
“Maka 100 tahun yang akan datang, dapat dihitung Jakarta akan tenggelam air laut 400 sentimeter. Maka dari itu, pemindahan ibu kota ini adalah untuk masa depan generasi yang akan datang,” kata Isran Noor.
Namun, untuk membangun IKN butuh kerja sama berbagai pihak. Karena pembangunan Ibu Kota Nusantara butuh Rp 466 Triliun, dengan hanya sebesar 20 persen bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga dibutuhkan sumber-sumber pendanaan baik dari BUMN, pihak swasta serta sumber investasi dari luar negeri.
Namun, apabila sumber-sumber pendanaan tersebut tidak dapat dikejar, maka Provinsi Kaltim ujar Isran, meyanggupi untuk pembangunan IKN. Dengan syarat diberikan kekuasaan khusus.
“Karena Kaltim ini kaya dengan sumber daya. Saya yakin banyak pengusaha yang tidak menolak untuk berinvestasi di IKN dan Kaltim jika diberikan kewenangan khusus. Karena untuk membangun ibu kota dibutuhkan kerja cepat dan tepat, seperti seorang insinyur,” jelas Isran.
Rapimnas PII yang berlangsung sejak Jum’at (20/1) kemarin juga menghasilkan deklarasi yang diberi nama Deklarasi Balikpapan. Adapun hasil deklarasi tersebut antara lain:
1. Mempercepat proses digitalisasi dan inovasi di berbagai bidang.
2. Mendukung percepatan hilirisasi industri dan mendorong peningkatan kedaulatan
industri nasional secara komprehensif.
3. Mendorong pemerintah dan seluruh pihak untuk meningkatkan TKDN berbasis inovasi.
4. Meningkatkan kapasitas keinsinyuran yang handal dan berperan aktif dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan operasionalisasi IKN.
5. Mendukung pembangunan kota yang iconic sesuai potensi dan karakteristiknya agar
terwujud kota yang inklusif, berkelanjutan, berketahanan, dan meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.
6. Mendorong anak bangsa untuk menempuh pendidikan, pelatihan dan pengembangan
keprofesian keinsinyuran berkelanjutan.
7. Mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan standar remunerasi insinyur.
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan