Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Pemerintah Klaim Punya Solusi Atasi Banjir di Kawasan IKN

izak-Indra Zakaria • Kamis, 23 Maret 2023 - 05:42 WIB
Pemerintah mengklaim sedang menyiapkan upaya menuntaskan masalah banjir di kawasan IKN.
Pemerintah mengklaim sedang menyiapkan upaya menuntaskan masalah banjir di kawasan IKN.

PENAJAM-Pemerintah akan melakukan langkah untuk menyelesaikan persoalan banjir di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Pemerintah akan melakukan langkah untuk menyelesaikan persoalan banjir di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).  Tercatat ada 7 kawasan di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang menjadi langganan banjir.

Berdasarkan data yang dihimpun, kawasan yang sempat terendam banjir adalah Kelurahan Sepaku RT 07, 06, 05 dan 04 dengan lama genangan 6-24 jam, dua kali dalam setahun, dan diakibatkan oleh bottle neck bangunan yang melintang.

Lalu Desa Sukaraja l, RT 01 dan 25 dengan lama genangan 6-24 jam, dua kali dalam setahun, dan terjadi akibat meandering sungai. Desa Bukit Raya RT 01, 02, 06, lama genangan 3-12 jam, dua kali dalam setahun, diakibatkan oleh bottle neck dimensi gorong-gorong.

Kemudian Desa Karang Jinawi dengan lama genangan 3-12 jam, intensitas banjir 2-3 kali dalam setahun diakibatkan oleh kondisi topografi bergelombang pada alur sungai.

Selanjutnya, Desa Tengin Baru, lama genangan 3-12 jam, 1-2 kali dalam setahun, diakibatkan oleh bottle neck dimensi gorong-gorong dan bangunan.

Sedangkan Desa Bumi Harapan, lama genangan 3-12 jam, 1-2 kali dalam setahun, terjadi akibat intensitas air hujan dan terpengaruhnya air sungai yang sedang pasang.

Kelurahan Pemaluan, lama genangan 2 jam-2 hari, terjadi 2-3 kali dalam setahun, diakibatkan intensitas hujan tinggi dan air sungai pasang.

Untuk menyelesaikan banjir tersebut, Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Balai Wilayah Sungai (BWS) IV Kalimantan, telah melakukan pertemuan konsultasi masyarakat (PKM).

Bahkan Satuan Kerja (Satker) BWS IV Kalimantan dalam beberapa hari ini turun ke Sepaku untuk membuat detailed engineering design (DED) pengendalian banjir Kecamatan Sepaku.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sepaku, Hendro Susilo, mengatakan ada warga yang menolak proyek normalisasi Sungai Sepaku beserta anak sungai yang melintasi sejumlah desa dan kelurahan itu sebanyak 27 bidang tanah, dan 18 bangunan rumah. Namun ia yakin pada akhirnya warga mendukung kegiatan pemerintah untuk tujuan mengeliminasi banjir itu

 

OIKN BANGUN INFRASTRUKTUR ATASI BANJIR

 

Sementara itu, Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara, Achmad Jaka Santos Adiwijaya memastikan bahwa penanganan banjir di Kelurahan Sepaku telah berhasil dilakukan dengan baik berkat kerja sama seluruh pemangku kepentingan, seperti BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, TNI, POLSEK, Kecamatan, Kelurahan, Kementerian PUPR, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), dan lainnya.

”Air sudah surut sejak tanggal 18 Maret pagi,” ujarnya.

Jaka Santos menjelaskan sebelumnya Otorita IKN juga telah mengidentifikasi adanya potensi banjir di beberapa area di Kelurahan Sepaku, karena lokasi banjir di wilayah tersebut adalah daerah dataran rendah yang sudah sering terjadi banjir sebelumnya.

Untuk itu, OIKN bersama dengan pemangku kepentingan lainnya sedang membangun infrastruktur untuk mengatasi banjir di kawasan sekitar IKN, khususnya Kelurahan Sepaku.

”OIKN telah melakukan berbagai upaya untuk memitigasi banjir, di antaranya dengan membangun bendung, embung, dan retensi kolam-kolam yang dilakukan oleh Kementerian PUPR yang saat ini masih berjalan.

Selain itu, juga dilakukan pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai dan penyusunan Rencana Pengelolaan DAS terpadu di IKN dan rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Mahakam Berau,” kata Jaka Santos.

Jaka Santos juga menjelaskan bahwa OIKN telah melakukan pertemuan-pertemuan dengan para pihak terkait dan tanggal 20 Maret akan dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh pihak untuk membahas rencana penanganan jangka pendek tiga bulan kedepan, menengah sedang, akhir tahun dan jangka panjang dalam pencegahan dan penanggulangan banjir.

”OIKN akan terus berkomitmen dalam memperhatikan risiko dan penanggulangan bencana termasuk banjir di wilayah-wilayah yang terkena, termasuk di Kelurahan Sepaku. Semua upaya akan terus dilakukan untuk meminimalisir dampak bencana yang terjadi dan menjaga keselamatan masyarakat.” tutup Jaka. (hul)

Editor : izak-Indra Zakaria