TANJUNG SELOR - Anggota DPRD Bulungan yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LPKj) Bupati Bulungan tahun anggaran 2022, melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketua Pansus LPKj Moh Nafis mengatakan, setelah melakukan hearing dua kali bersama OPD, di antaranya RSUD dr H Soemarno Sosroatmodjo, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan PDAM, kita memutuskan melakukan sidak.
“Kita biasanya sidak di lapangan dulu baru panggil OPD. Berbeda kali ini kita Rapat Dengar Pendapat (RDP) dulu baru kita sidak ke lapangan, daerah mana saja yang perlu kita datangi,” kata Nafis kepada Harian Rakyat Kaltara, Selasa (16/5).
Saat meninjau ke empat lokasi, pihaknya menemukan berbagai macam proyek fi sik yang kondisinya tidak sesuai. Mulai dari pembangunan UPTD Labkesda yang pembangunan menelan biaya Rp 2 miliar yang harusnya akhir 2022 lalu sudah selesai. Namun ternyata belum tuntas 100 persen.
Lalu, pembangunan boster PDAM, proyek yang sudah dibangun sejak 2014 tapi belum difungsikan hingga sekarang. Padahal tujuan pembangunannya untuk memfasilitasi air bersih bagi masyarakat di Kampung Arab.
Disusul pembangunan jembatan di Desa Tengkapak, yang pengerjaannya belum selesai 100 persen. “Untuk proyek ini bagus karena baru dibayarkan 30 persen,” ujarnya.
Kemudian ditambahkannya, pembangunan Unit Gawat Darurat (UGD) baru di RSUD yang dananya mencapai Rp 5 miliar, juga menjadi atensi pihaknya.
Dikatakan, sejumlah pembangunan infrastruktur tersebut merupakan hal yang bersentuhan dengan masyarakat. Sehingga hal tersebut menjadi atensi Pansus DPRD Bulungan.
“Hasil sidak, banyak juga kami temukan sesuai laporan RDP. Dan ini jadi atensi juga ke pemerintah, agar dinas terkait segera menyelesaikan proyek-proyek yang mangkrak,” pungkasnya. (adv/*/ika/udi)
Editor : uki-Berau Post