BALIKPAPAN-Progres pembangunan revetment atau dinding pantai di Pantai Manggar, Balikpapan Timur hingga akhir Juli kemarin telah mencapai 11,906 persen dengan deviasi +1,46 persen.
"Sejauh ini masih progresnya masih sesuai dengan target, semoga saja cuaca juga bersahabat sehingga pembangunan revetment ini bisa tuntas sesuai jadwal," kata Supervisi Team Leader proyek revetment Pantai Manggar, Ruddy Fabians, Rabu (2/8) pagi.
Meski masih sesuai jadwal, Ruddy mengaku sejumlah aspek menjadi tantangan utama dalam pembangunan revetment di Pantai Manggar ini. Yang paling utama, kata dia adalah cuaca.
"Saat ini kan sedang masuk musim angin selatan, gelombang biasanya lebih tinggi dibandingkan biasanya," kata Ruddy.
Ketinggian gelombang, selain berpengaruh terhadap proses pembangunan revetment juga berpengaruh terhadap pasokan material batu dari Palu, Sulawesi Tengah. "Terkadang kapal tidak mendapat izin berlayar karena gelombang tinggi di Selat Makassar," tutur dia.
Pasang surut air laut, lanjut Ruddy juga menjadi tantangan lain dalam proyek ini. Jika air pasang, otomatis pekerjaan tak bisa dijalankan dengan optimal. Pekerjaan, sebut Ruddy baru bisa berjalan optimal saat kondisi surut.
"Ketia jam surut air, kami akan mempercepat pekerjaan. Bahkan tim di lapangan kadang lembur untuk mengejar progres," kata dia.
Selain dari sisi cuaca, dia juga menilai tantangan lain adalah operasional Pantai Manggar yang tetap dibuka untuk umum selama proyek berjalan. Idealnya, pantai memang ditutup selama proyek berjalan. Ini, semata-mata karena faktor keselamatan. Apalagi banyak material proyek yang ada di sekitar pantai.
"Tapi memang kemarin ada kesepakatan dengan UPT Pantai Manggar bahwa pantai tetap terbuka untuk wisatawan. Tinggal bagaimana kami memerhatikan aspek keselamatan," kata Ruddy.
Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV mengucurkan anggaran Rp 54 miliar untuk mengatasi abrasi di Pantai Manggar, Kota Balikpapan lewat pembangunan revetment.
PPK Sungai dan Pantai 1 Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Kalimantan, Arman Effendi mengatakan, anggaran tersebut bakal digunakan untuk membangun revetment atau dinding pantai sepanjang kurang lebih 500 meter.
Nantinya, revetment ini juga akan berfungsi sebagai penunjang wisata, sebab dalam rencana nanti akan dibangun jety pada revetment yang dibangun.
Karena dibangun di lokasi wisata, desain pembangunan revetment ini, kata Arman akan memerhatikan sisi estetika, sehingga tak mengurangi keindahan Pantai Manggar. Selain itu, pembangunan dinding pantai ini juga akan memerhatikan aksesibilitas bagi wisatawan.
Pemerintah, kata Arman memang menaruh perhatian terhadap abrasi di Pantai Manggar yang makin parah setiap tahun. Jika tak diperkuat dengan dinding pantai, dikhawatirkan pantai pasir putih di Pantai Manggar bisa terus berkurang.
Selain revetmen, BWS Kalimantan IV juga tengah membangun lanskap agar kawasan Pantai Manggar lebih indah. “Ke depan pembangunan revetment akan berlanjut ke Pantai Lamaru, tapi itu nanti,” katanya. (hul)
Editor : Wawan-Wawan Lastiawan