TENGGARONG - Seorang prajurit TNI asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bernama Pratu Sandy Primadana dinyatakan gugur saat bertugas pada Kamis (30/11) kemarin. Sandy dinyatakan meninggal dunia di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan. Setelah terlibat dalam kontak senjata yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Gugurnya putra Kukar itu disampaikan langsung oleh satuannya. Yakni Korem 172/PWY yang berada dibawah komando dari Kodam XVII/Cenderawasih. Sandy gugur bersama rekan sejawatnya yang juga sedang bertugas. Bernama Prada Muhammad Fadli yang berasal dari Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara.
Pada laporan Korem 172/PWY. Dua prajurit ini meninggal dunia karena terlibat
kontak bersenjata antara Satgas Pamtas Mobile Yonif R 411/PDW dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) Kodap III Ndugama. Yang dipimpin oleh Egianus Kogoya di Distrik Paro Kabupaten Nduga. Keduanya mendapat luka tembakan hingga meninggal dunia dari senjata api jenis SO Minimi milik KST Kodap III Ndugama. Yang saat itu menyerang Pos Paro Satgas Pamtas Mobile Yonif R 411/PDW.
Dandim 0906/KKR, Letkol Inf Jeffry Satria turut mengonfirmasi kabar duka ini. Ia menyampaikan bahwa jenazah Sandy yang merupakan warga Kelurahan Timbau, Tenggarong ini sudah dalam perjalanan pulang. Diperkirakan, pria berumur 25 tahun ini akan tiba di rumah duka pada Sabtu (2/12) besok.
“Kalau tidak ada halangan, jenazah tiba besok sore melalui Samarinda,” ujar Jeffry, Jumat (1/12). Jeffry juga memastikan kedatangan prajurit TNI kelahiran Balikpapan, 18 Desember 1998 ini akan disambut satuan Kodim 0906/KKR. Dimana, Pratu Sandy akan mendapatkan pemakaman secara militer. Dan akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. “Untuk waktu (pemakaman) masih kita komunikasikan. Kalau bisa langsung malamnya saat dia tiba,” tutupnya. (moe)
Editor : izak-Indra Zakaria