TENGGARONG - Setelah menerima Anugerah Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa dari Komisi Informasi Pusat (KIP) RI pada Selasa (19/12) di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Pemerintah Desa (Pemdes) Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) pastikan akan terus berinovasi kedepannya.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Bhuana Jaya Suwondo. Setelah menerimanya dari KIP. Bhuana Jaya sendiri satu-satunya desa dari Pulau Kalimantan. Juga terpilih dari 116 desa se-Indonesia yang mewakili 26 provinsi. Membuktikan bahwa desa Bhuana Jaya unggul dalam mengimplementasikan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
"Mendapat peringkat keempat sebagai Desa Transparan di wilayah tengah Indonesia ini adalah kebanggaan bagi kami. Alhamdulillah ini buah kerja keras kita bersama selama kurang lebih 10 tahun," ujar Suwondo.
Aktifnya website desa Bhuana Jaya mengantarkan mereka mendapat apresiasi tertinggi atas transparansi informasi publik ini. Bagaimana tidak, melalui pesan jejaring WhatsApp (WA), dan laman Facebook (FB). Informasi terkait gotong royong, sumbangan, hingga kegiatan desa dapat diakses dengan mudah oleh warganya. Dan sepenuhnya transparan
Nomor kontak seluruh warga Bhuana Jaya juga dimanfaatkan Pemdes untuk menyampaikan pengumuman melalui pesan jejaring WA. Guna mempermudah warga dalam mencari informasi pembangunan infrastruktur, termasuk asal anggaran dan pelaksanaan proyek. Yang tentunya disampaikan jajaran Pemdes.
"Kami tidak ada menutupi informasi. Apalagi menyangkut dana desa seperti DD dan ADD. Sampai peraturan-peraturan Bupati maupun bantuan lainnya dari pemerintah. Kami ingin melibatkan warga dalam pembangunan desa," ujar Suwondo.
Meraih penghargaan hingga ke DKI Jakarta ini membuat Suwondo bangga atas pencapaian desanya. Sebagai orang yang berasal dari desa transmigrasi Kukar, dia dapat menemui pejabat-pejabat kementerian hingga Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. Suwondo pun sempat bercerita saat foto bersama para penerima penghargaan apresiasi KIP ini.
"Saya foto dekat tiang, maklum orang kampung takut kumisnya menyaingi menteri ATR/BPN RI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto," ceritanya sembari tertawa bercanda.
Adanya penghargaan ini diharapkan Suwondo dapat memotivasi jajaran Pemdesnya maupun desa-desa lain. Dia juga memastikan Pemdes Bhuana Jaya akan terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi. Serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mereka.
"Kami akan terus latih SDM kita dengan pelatihan dan pembinaan mengikuti perkembangan teknologi. Kita juga berencana memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau AI," tutup Suwondo. (moe)
Editor : izak-Indra Zakaria