PROKAL.CO, BALIKPAPAN — Mantan pekerja yayasan D di Balikpapan, berinisial ES, bersuara soal dugaan penyelewengan donasi Palestina Rp 5,6 miliar.
Dugaan ini bermula saat dia melaporkan kasus ini melalui media sosial (medsos).
Dari laporan itu, Aliansi Pejuang Dakwah Balikpapan langsung bergerak dengan menyerahkan beberapa bukti.
Timnya juga menemukan adanya bukti transaksi ke Gaza, tapi tidak ada keterangan yang bisa dipercaya. Sebab, transaksi ini yang tertera merupakan nama orang Indonesia.
Selain itu, mirisnya yayasan ini tidak memberikan gaji kepada salah satu mantan admin.
Saat mantan admin tersebut mencoba meminta kejelasan, jawaban yang diberikan selalu tidak pasti.
Atas masalah ini, pihaknya juga mendapatkan intimidasi.
“Mereka datang gedor-gedor, sampai istri saya takut. Besoknya, mereka tiba-tiba datang mencabut kunci motor saya,” bebernya.
Lebih parahnya lagi, dikatakannya, yayasan tidak pernah menunjukkan iktikad baik untuk menyelesaikan permasalahan secara damai.
“Kami itu berusaha tabayyun, sesama Muslim ingin yang enaknya saja,” harapnya.
Sehingga jika ada kesalahan, dapat mengaku. Tapi ternyata, pihak yayasan terus berkilah, bahkan membawa pengacara.
Ia kembali menyatakan, yayasan D tidak memiliki izin resmi untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Baca Juga: Serapan APBD di Kaltim Baru Rp 36,5 Triliun
Maka dalam satu atau dua hari mendatang ia akan segera buat laporan ke pihak kepolisian.
“Kami akan membuat laporan resmi ke Kepolisian. Kami juga akan melampirkan bukti-bukti yang ada, termasuk transaksi mencurigakan dari para donatur,” tuturnya. (*)
SYAHRUL RAMADHAN